DPR Dukung Sembalun Jadi Sentra Bawang Putih

Bawang putih di pasar tradisional (dok. pemprov jabar)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi mengatakan, Komisi IV DPR RI mendukung Sembalun menjadi sentra utama pengembangan bawang putih nasional. Ia berharap Sembalun akan bangkit menjadi sentra bawang putih Indonesia sehingga swasembada bawang putih dapat terwujud pada tahun 2021.

“Wilayah Sembalun dikelilingi oleh bukit dan gunung juga lahan yang sangat luas dan datar, sepanjang mata memandang tertanami bawang putih yang menjadi salah satu prioritas andalan nasional,” ujar Viva saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IV DPR RI ke Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Sabtu, (13/7).

Viva mengatakan, Sembalun merupakan salah satu pusat pengembangan sayuran di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Karena hampir 50 persen pasokan sayuran untuk Mataram berasal dari Sembalun. “Dari letak geografisnya, Sembalun sangat cocok untuk pengembangan tanaman bawang putih nasional,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 95 persen dari kebutuhan bawang putih secara nasional kita masih bergantung kepada impor. Adapun kebutuhannya rata-rata 450 ribu hingga 500 ribu ton per tahun.

“Ini sangat miris, dengan luas lahan yang bisa ditanami bawang putih di negara kita, harusnya tidak impor bawang putih, melainkan sebaliknya kita bisa ekspor bawang putih keluar negeri,” ujar Viva.

Sementara, anggota Komisi IV DPR Hasanuddin AS mengatakan upaya swasembada bawang putih ini telah dimulai sejak 2018. Ketika itu Kementerian Pertanian (Kementan) menggalakkan penanaman 11 ribu hektar lahan untuk benih bawang putih. Pada tahun 2019 jumlah tersebut akan ditambah menjadi sekitar 20 hingga 30 hektar.

“Program ini harus terus berlanjut hingga tahun 2021 dengan target luas lahan bawang putih menjadi 100 ribu hektare. Dengan begitu target swasembada bawang putih bisa dicapai pada akhir 2021,” kata Hasanuddin.

Politikus PPP itu mengungkapkan, selama ini impor bawang putih tak terhindarkan, karena produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi 5 persen kebutuhan nasional dan sisanya sebanyak 95 persen dipenuhi dengan impor. Untuk itu memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah diminta serius menangani masalah kebutuhan bawang putih untuk mengatasi kebutuhan.

Hasanuddin mengatakan, jika ingin mewujudkan swasembada bawang putih, maka Indonesia membutuhkan 60 ribu hektare lahan tanam. “Jika pemerintah dalam hal ini Kementan ingin mewujudkan swasembada bawang putih dalam waktu satu hingga dua tahun ke depan, pemerintah harus benar-benar serius mengawal program tersebut. Pungkasnya

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Sukarma menjelaskan, sentra pengembangan bawang putih di Lombok Timur mencapai 10.000 hektare yang tersebar di lima kecamatan yaitu Sembalun, Wanasaba, Sikur, Pringgasela dan Suela. Penambahan luas tanam bisa saja terjadi tergantung dengan ketersediaan air (musim hujan).

Sentra bawang putih terbesar ada di Sembalun tepat di kaki gunung Rinjani, yang luasnya bisa mencapai 4.000 hektar. Seluruh wilayah ini nyaris tertanami bawang putih dengan pola monokultur dan sebagian tumpang sari dengan komoditas sayuran lainnya.

“Melihat prospektif ini, maka Sembalun siap menjadi penyangga benih bawang putih nasional dan menyukseskan swasembada bawang putih tahun 2021,” terangnya.

Sebagai bukti keseriusan dan komitmen untuk meningkatkan produksi dan menjaga minat petani untuk menanam bawang putih, pemerintah telah melakukan berbagai upaya diantaranya memfasilitasi bantuan sarana produksi (saprodi) berupa benih dan pupuk. “Pada tahun 2017-2018, telah dialokasikan pengembangan kawasan bawang putih seluas 3.442 hektare,” ujarnya.

Saat ini Kabupaten Lombok Timur terus melakukan perluasan pertanaman bawang putih. “Tidak hanya mengandalkan APBN, namun dengan adanya kebijakan wajib tanam lima persen bagi importir, semakin banyak petani yang bermitra dan menanam bawang putih untuk mencapai swasembada bawang putih 2021,” pungkas Sukarma.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *