DPR Minta 2018, Seluruh Desa di Aceh Teraliri Listrik

Instalasi Listrik Masuk Desa (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Syaikhul Islam Ali meminta agar pada tahun 2018 mendatang seluruh desa yang ada di Aceh sudah teraliri listrik. Hal itu disampaikan Syaikhul dalam kunjungan kerja ke wilayah Provinsi Aceh.

Dia menegaskan, ketersediaan energi listrik yang cukup, kini menjadi satu persoalan penting di Aceh. Kebijakan pemadaman bergilir oleh pemegang mandat listrik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) masih terjadi. Syaikhul menegaskan, keharusan penyediaan listrik di setiap desa di Aceh tidak bisa ditawar lagi.

“Harus bisa dilaksanakan, saya kira untuk Aceh ini sangat mudah ya karena hanya 12 desa, jadi mungkin intervensinya tidak terlalu sulit,” tandasnya, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Rabu (1/11).

Syaikhul juga meminta percepatan elektrifikasi listrik desa di seluruh Aceh. Tidak hanya itu dia juga mendorong PLN agar dapat mengatasi masalah kelistrikan yang ada di Sumatera.

“Kami juga mendesak kepada Direktur Bisnis Wilayah Sumatera untuk menyampaikan pemetaan masalah dan solusianya seperti apa. Jadi saya mohon untuk Sumatera tidak ada desa yang tidak berlistrik,” papar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini .

Meskipun demikian, Syaikhul menilai, kinerja PLN di Aceh sudah bagus. “Saya kira sudah bagus ya, Aceh ini peringkat kedua di Sumatera untuk rasio elektrifikasi, khususnya untuk elektrifikasi berbasis desa, hanya di bawah Bangka Belitung. Jadi 12desa ini pun harus diselesaikan,” tegasnya.

Anggota dewan dari Dapil Jawa Timur Indonesia ini menyampaikan, ketersediaan energi nasional adalah tugas negara maka dalam hal ini dia mengatakan dengan tegas, tidak boleh ada satu rumah pun, satu warga negara pun yang tidak mendapatkan listrik. “Karena dalam hal energi juga harus ada keadilan sosial, sesuai dengan Pancasila,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan, pihaknya mendorong potensi energi yang ada di Aceh ini agar bisa menopang kedaulatan energi nasional. Gus Irawan menyitir survei geologi dan geofisika kelautan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang mengungkap adanya cadangan migas yang amat besar di perairan timur laut Pulau Simeulue, Aceh.

“Ketersediaan energi alam di Aceh luar biasa cukup, tadi dilaporkan oleh BPPT, tahun 2010 melakukan riset, ternyata di Aceh Barat ada temuan, potensi migas 230 miliar barel, kalau ini betul Aceh menjadi penghasil migas terbesar. Saya kira kita dorong ini, ini bukan hanya untuk aceh, tapi untuk NKRI, untuk Merah Putih, Indonesia,” paparnya.

Gus Irawan mengungkapkan hasil laporan ini akan dibawa ke Jakarta, dibahas oleh para pengambil kebijakan, agar dikelola secara baik dan tepat sehingga bisa digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat sepenuhnya. “Bahwa kita punya cita-cita untuk berdaulat secara energi. Sementara ada temuan sesungguhnya potensi di Aceh Barat itu cukup besar, kita akan kawal dan dorong itu,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Gus Irawan mengatakan, temuan ini barulah riset awal perlu kajian lebih mendalam lagi. “Komisi VII akan mendorong ini, karena ini kan baru riset awal ya, perlu riset yang lebih mendalam. Tapi informasi dari Badan Pengelola Migas Aceh sudah ada juga investor yang berminat,” ujarnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *