DPR Tantang IPB Ciptakan Terobosan Stop Impor Pangan | Villagerspost.com

DPR Tantang IPB Ciptakan Terobosan Stop Impor Pangan

Beras impor cadangan di gudang bulog (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Sekretariat Jenderal dan Badan Keahlian (BK) DPR menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Penandantangan MoU tersebut dilaksanakan di Kampus IPB, Jumat (9/8) lalu.

Melalui MoU ini, DPR dan IPB berharap akan memberikan terobosan baru pada sektor pertanian, mengingat saat ini Indonesia sedang menghadari masalah pertanian yang sangat serius. “Salah satu masalah yang harus mampu ditangani adalah bagaimana Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangan tanpa perlu impor dari negara lain,” kata Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo.

“Bagaimana kalau bisa kita itu enggak impor. Impor memang tidak dilarang, tapi masa sih harus impor? Padahal seharusnya bisa. Nah ini yang harus kita luruskan. Kita minta MoU dengan perguruan tinggi ini, saya yakin juga akan mencetak kader-kader hebat dan para peneliti di sini yang kita mau minta ada terobosan-terobosan dalam sektor pertanian,” tambah Edhy.

Edhy menjelaskan, terobosan dalam sektor pertanian tentu akan memerlukan biaya tambahan. Saat ini ia memastikan anggaran yang dialokasikan untuk pertanian pun bukanlah angka yang kecil.

Dia berpendapat efektivitas anggaran tersebut harus dievaluasi terhadap produktivitas sektor pertanian, sehingga ke depannya jika anggaran pertanian ditambah maka harus mampu mengurangi angka impor bahan pangan. “Ya jangan sampai kita membesarkan anggaran, tapi ujungnya juga produktivitasnya sama, jadi impornya masih jalan terus,” tegasnya.

“Kita tidak menampikkan bahwa kita tidak berdiri sebagai satu negara sendirian di dunia ini, tapi bukankah untuk menjaga ketahanan itu jauh lebih penting, karena ujungnya adalah untuk kedaulatan. Jangan ngomong kita berdaulat kalau ujungnya kita masih harus bergantung dengan negara lain,” jelas politikus Partai Gerindra itu.

Edhy meminta IPB untuk memberikan kontribusi lebih, khususnya dalam pengembangan teknologi di sektor pertanian. Jika masalahnya ada pada anggaran, Edhy menyatakan siap untuk membuka jalan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar IPB dapat menerima anggaran dari APBN.

Edhy pun siap untuk melibatkan KPK maupun penegak hukum lainnya guna menghindari adanya penyelewengan anggaran untuk penelitian tersebut. “Tujuan akhirnya bagaimana muncul teknologi baru yang menciptakan pertanian kita semakin bagus,” katanya.

Misalnya, beras yang selama ini bulirnya hanya beberapa ratus biji dalam satu bibit bagaimana bisa menjadi lebih banyak lagi. “Kan itu yang harus jadi terobosan. Ini baru satu produksi, yang lain dari peternakan apakah kita harus impor sapi terus setiap saat? kenapa tidak berani kita munculkan produksi sapi sendiri, padahal kita punya karyawan, punya tempat, punya masyarakat, punya petani. Tinggal bagaimana menyatukannya,” urainya.

Menanggapi harapan ini, Guru Besar Sekolah Bisnis IPB Syamsul Maarif mengatakan saat ini IPB sudah banyak melakukan penelitian dan pengembangan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mendorong efisiensi sehingga dapat menyejahterakan petani. Terkait tantangan yang disampaikan oleh Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo, ia menyatakan kesiapan IPB dalam membantu pemerintah dengan inovasi-inovasi baru yang dapat dimanfaatkan para petani.

“Kami sebenarnya siap, bahkan sistem pendukungnya kita sudah kami siapkan untuk mengembangkan pertanian. Jadi tantangan dari Pak Edhy saya kira kita akan gayung bersambut, karena kita sebagai sekolah bisnis artinya berpikir bagaimana bisnis di pertanian bisa menjadi lebih bagus lagi,” tegas Syamsul.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *