Dua Perusahaan Sawit di Gorontalo Diduga Melanggar Pelaksanaan Kemitraan Perkebunan | Villagerspost.com

Dua Perusahaan Sawit di Gorontalo Diduga Melanggar Pelaksanaan Kemitraan Perkebunan

Buruh perkebunan sawit memetik hasil panen (dok. sawit watch)

Bogor, Villagerspost.com – Dua perusahaan sawit di Provinsi Gorontalo yaitu PT Agro Artha Surya (PT AAS) dan PT Wira Sawit Mandiri (PT WSM), diduga melakukan pelanggaran pelaksanaan kemitraan perkebunan. Dugaan ini muncul lantaran kedua perusahaan tersebut tidak transparan dalam melaksanakan kerja sama pembangunan kebun sawit plasma dengan masyarakat.

PT AAS diketahui melaksanakan kerja sama dengan masyarakat di Desa Pangea, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Sedangkan PT Wira Sawit Mandiri bekerja sama dengan masyarakat Desa Tirto Asri, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato.

Staf Research Pengembangan, Penguatan Komunitas dan Anggota Sawit Watch Bony mengatakan, perusahaan sawit kerap kali mengesampingkan aspek transparansi dalam proses menjalin kerja sama kemitraan dengan masyarakat. “Seperti yang dialami oleh masyarakat desa Pangea dengan PT AAS, petani plasma hingga saat ini belum mengetahui status lahan mereka, serta mereka juga tidak mengetahui soal kejelasan batas-batas antara lahan inti dengan plasma,” ujar Bony, dalam siaran persnya, Minggu (21/2).

Tak hanya itu, kata Bony, petani plasma juga tidak mendapatkan hak yang sebagaimana tertera dalam perjanjian awal/MOU. Perhitungan biaya produksi juga tidak diinfokan secara jelas oleh perusahaan yang mana hal ini berakibat pada hitungan panen dan pendapatan yang mereka terima dari perusahaan menjadi tidak jelas.

“Petani yang awalnya dijanjikan akan memperoleh penghasilan sekitar 1,3 juta rupiah per bulan namun bentuk realisasinya hanya rata-rata di angka 22 ribu rupiah saja per bulan. Sangat miris melihatnya, ini sangat tidak sepadan,” jelas Bony.

Dia menegaskan, hal-hal seperti ini harusnya tidak terjadi. Penyampaian informasi dan kesepakatan-kesepakatan bersama haruslah sudah clear sejak awal kerja sama. Perusahaan juga haruslah memegang penuh komitmen bersama serta janji-janji yang tertuang dalam MOU.

Karena jika sedari awal sudah tidak ada kejelasan maka akan berujung pada kerugian yang akan dialami oleh kelompok petani plasma itu sendiri. “Kami sangat menentang tindakan perusahaan yang semena-mena terhadap petani seperti ini,” tegas Bony.

Dugaan pelanggaran pelaksanaan kemitraan juga terjadi di Desa Tirto Asri, Kec. Taluditi, Kab. Pohuwato, Provinsi Gorontalo oleh PT Wira Sawit Mandiri. Perusahaan telah memulai aktivitas membuka kebun masyarakat bahkan tanpa dilakukannya penandatanganan MOU kerja sama kemitraan perkebunan plasma dengan masyarakat setempat.

“Tindakan perusahaan yang telah melakukan kegiatan tanpa adanya landasan hukum yang jelas adalah sebuah kesalahan besar, jelas masyarakatlah yang menjadi korban dari proses kotor seperti ini,” tegas Bony.

Bahkan awal kehadiran perusahaan diwilayah ini juga diwarnai dengan tindakan intimidasi. “PT WMS mengancam masyarakat yang menolak kehadiran mereka dan tidak menyerahkan lahan akan dilakukan penarikan lahan secara paksa tanpa ganti rugi sepeser pun,” tambah Bony.

Dari kedua contoh kasus di atas, papar Bony, pelaksanaan kemitraan dengan pola manajemen satu atap perlu dilakukan evaluasi. Semangat menghadirkan kesejahteraan melalui pola manajemen ini di awal malah melahirkan permasalahan baru yang berujung kesengsaraan bagi masyarakat.

Selain itu evaluasi secara menyeluruh terhadap perkebunan sawit juga penting untuk dilakukan. Salah satunya melalui penerapan kebijakan inpres moratorium sawit. Proses evaluasi yang diamanatkan melalui kebijakan ini menjadi kunci sukses menuju tata kelola perkebunan sawit yang lebih baik.

“Khususnya di pelaksanaan kemitraan perkebunan sawit, kami juga berharap kepada Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) dapat melakukan penindakan tegas terhadap proses-proses pelaksanaan kemitraan yang tidak baik dalam menjalankan usaha perkebunan,” pungkas Bony.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *