Dukung Akuakultur Berkelanjutan, CI Gandeng KKP Rancang Modul Pelatihan Petambak Udang

Kawasan tambak udang di Banyuwangi (dok. conservation international)

Jakarta, Villagerspost.com – Conservation International Indonesia menggandeng Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk program penyusunan modul pelatihan dalam rangka peningkatan kapasitas para petambak udang. Kerjasama CI dan KKP ini merupakan rangkaian kegiatan terkait upaya CI mendukung pengembangan budidaya udang yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwangi yang telah dilakukan sejak Juni 2019.

Penyusunan modul dihadiri oleh beberapa stakeholder yang merupakan pelaku usaha budidaya udang asal Banyuwangi yang diwakili oleh diwakili oleh Shrimp Club Indonesia (SCI), Dinas Perikanan dan Pangan Banyuwangi, BPPP Banyuwangi, Akademisi dari Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi dan Universitas Airlangga, hingga Direktorat Jenderal Budidaya KKP. Dengan mengundang para stakeholder, diharapkan dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif tentang budidaya udang yang berkelanjutan.

Fisheries and Aquaculture Program Manager Conservation International Indonesia Dr. Ateng Supriatna mengatakan, penyusunan modul pelatihan peningkatan produktivitas budidaya udang yang berkelanjutan merupakan bagian dari pelaksanaan program Perbaikan Usaha Budidaya Udang/Shrimp Improvement Program (SIP) yang saat ini sedang difokuskan di Banyuwangi. “Modul diharapkan dapat diaplikasikan di tingkat nasional sehingga dalam penyusunannya dilakukan berdasarkan SKKNI yang telah ada,” ujarnya, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Minggu (24/11).

Ateng berharap, para perwakilan pemangku kepentingan usaha budidaya udang di Indonesia dapat memberikan masukan terhadap draf modul yang telah disiapkan. “Target keluaran dari pertemuan ini adalah tersedianya draf modul yang komprehensif setelah mendapatkan masukan dari beberapa stakeholder budidaya udang,” jelasnya.

Setelah kegiatan ini, ke depannya akan dilaksanakan pertemuan lanjutan yang masih akan membahas draf modul yang telah disempurnakan oleh tim penyusun. Diharapkan, setelah modul ini berhasil disusun, dapat digunakan untuk berbagai pelatihan secara nasional untuk meningkatkan kapasitas petambak udang menjadi lebih baik dalam rangka peningkatan produktivitas udang yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangka pelaksanaan program nasional sesuai dengan RPJMN 2019-2024, dimana udang menjadi salah satu komoditas perikanan andalan yang dapat memberikan kontribusi terhadap ekspor dan penerimaan devisa negara.

Perwakilan dari SCI Banyuwangi Harnoko mengtaakan, pada dasarnya, komponen yang terdapat pada modul yang disusun sudah mencakupi beberapa hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas para pembudidaya, terutama skala teknisi.”Modul itu perlu menyesuaikan dengan kondisi di lapangan sehingga nantinya dapat digunakan langsung oleh para peserta pelatihan yang siap kerja,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *