Dukung Swasembada, GPN-Koarmatim Gelar Pelatihan Agens Hayati

Panglima Koarmatim Laksda Darwanto, bersama Kepala Departemen Proteksi Tanaman IPB Dr. Ir. Suryo Wiyono dan Kepala Klinik Tanaman IPB Dr. Ir. Widodo (dok. gerakan petani nusantara)

Sumenep, Villagerspost.com – Tahun 2017 merupakan target swasembada pangan terutama padi yang dicanangkan pemerintah. Untuk mencapai target swasembada pangan itu, pemerintah telah melaksanakan berbagai kegiatan dan melibatkan berbagai pihak. Namun, target ini bisa jadi meleset, mengingat banyaknya kendala di lapangan, salah satunya ancaman ledakan hama penyakit.

Data klinik tanaman Institut Pertanian Bogor menunjukkan, dalam satu dasawarsa terakhir serangan hama penyakit di pertanian terus terjadi dan turut mempengaruhi produksi pangan nasional. Setidaknya ada lima hama penyakit utama yang terus bergejolak di lahan. Kelima hama penyakit tersebut antara lain wereng, walang sangit, ulat penggerek, keong mas dan tikus.

Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN) Hermanu Triwidodo mengatakan, untuk mencapai cita-cita swasembada, pengendalian hama penyakit itu tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional dengan pestisida untuk mengendalikan hama penyakit. Perlu terobosan dan menyentuh persoalan kunci dalam pengelolaan hama penyakit.

Karena itulah, GPN menggandeng pihak Komando Armada Timur (Koarmatim) untuk mulai menguatkan upaya pengendalian hama penyakit dengan cara yang ramah lingkungan salah satunya dengan menggunakan agens hayati. Hal ini lah yang menjadi materi yang dibahas dalam kegiatan pelatihan Standardisasi Produk Agens Hayati, yang diselenggarakan di Aula Kodim 0827 Sumenep, Minggu (23/4).

“Memperkuat kapasitas petani harus dilakukan terutama dalam pengendalian hama penyakit. Saat ini penggunaan pestisida sudah luar biasa bahkan jauh dari yang disyaratkan. Tentu saja ini berbahaya, karena tidak hanya menyebabkan berkurangnya musuh alami, rusaknya lingkungan pertanian, namun juga residu pada beras yang dihasilkan,” ujar Hermanu.

Selain menggandeng Koarmatim, dalam pelatihan ini GPN juga menggandeng Dinas Pertanian Kabupaten Sumenep. Pelatihan ini sendiri diikuti oleh perwakilan petani dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, para bintara pembina desa (Babinsa) di lingkup Kabupaten Sumenep dan perwakilan anggota TNI AL. Pelatihan ini juga melibatkan peneliti dari Klinik Tanaman dan Departemen Proteksi Tanaman IPB.

Wardiono, peserta pelatihan dari Klaten menuturkan, pelatihan ini penting bagi petani. Pengalaman di Klaten terkait hama wereng menunjukkan pentingnya penerapan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan. Penggunaan pestisida dalam jumlah banyak justru memperberat tingkat serangan hama penyakit dan secara terus menerus terjadi.

“Tahun 2010 lalu di Klaten di lima kecamatan dilakukan pengendalian wereng dengan pestisida yang banyak dengan dukungan anggaran yang besar. Nyatanya sekarang justru lima kecamatan itu tetap endemik wereng. Hal itu terjadi mungkin karena kondisi lingkungan pertanian sudah rusak. Sekarang harusnya dilakukan penggunaan pertanian ramah lingkungan supaya dalam jangka panjang berdampak positif,” ujar Wardiono.

Pelatihan ini digagas dengan melibatkan aparat yang ditugaskan mengawal upaya swasembada dipandang cukup strategis. “Dengan adanya penugasan, babinsa sekarang ada dilapangan menjadi ujung tombak pengawalan swasembada bersama PPL dan petani, karenanya penting bagi mereka untuk memiliki pengetahuan tentang pertanian khususnya pengendalian hama penyakit ramah lingkungan,” ujar Hermanu.

Kegiatan ini mendapat sambutan postif dari Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Darwanto SH. M.A.P. Dia mengatakan, peningkatan pengetahuan dan teknologi petani harus dilakukan terutama untuk para petani di kawasan timur, salah satunya pulau Madura. Dengan demikian akan tercapai ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Ketahanan dan kedaulatan pangan penting diwujudkan sebagai bagian penting dari perwujudan ketahanan nasional. Harusnya kita malu dengan negara kepulauan terbesar didunia, kita masih banyak mengimpor. Kita harus bangkit supaya negara kuat, jangan sampai kita kalah dari negara lain,” tegas Darwanto.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *