Eko Suroso: Sang Duta Petani Muda Siap Memimpin Desa | Villagerspost.com

Eko Suroso: Sang Duta Petani Muda Siap Memimpin Desa

Eko Suroso, sang Duta Petani Muda 2014 asal Desa Sempu, Kediri, Jawa Timur, siap memimpin desanya menjadi desa yang maju dan tangguh bencana (dok. villagerspost.com)

Eko Suroso, sang Duta Petani Muda 2014 asal Desa Sempu, Kediri, Jawa Timur, siap memimpin desanya menjadi desa yang maju dan tangguh bencana (dok. villagerspost.com)

Kediri, Villagerspost.com – Tahun 2014 lalu, ketika usianya baru beranjak 26 tahun, Eko Suroso sukses mencatatkan namanya sebagai salah satu Duta Petani Muda, sebuah event pencarian petani muda potensial demi mengubah wajah pertanian Indonesia menjadi lebih cerah dan optimis. Lewat kerja kerasnya, Eko berhasil memberdayakan para petani, khususnya petani cengkeh nanas di desanya, Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Pemuda kelahiran desa di kaki Gunung Kelud, 23 Juli 1988 itu, berhasil menjembatani kemitraan perusahaan perkebunan dengan masyarakat berupa kemitraan pengelolaan daun cengkeh antara PTP Sumbersari Petung, Kediri dengan masyarakat desa Sempu dan Sugihwaras. Tak hanya itu, petani muda yang juga aktif di Gerakan Petani Nusantara ini juga sukses merintis budidaya ikan Lele di Sempu dengan media Terpal.

Eko Suroso juga berhasil melakukan pengembangan ternak kambing secara komunal, sebagai salah satu bentuk kegiatan kelompok tani selain diskusi dan berbagi. Eko juga aktif menularkan “virus” pertanian berkelanjutan kepada generasi muda melalui peran radio komunitas Sempuraya FM.

Kini, sang duta petani muda yang sudah berbuat banyak memberdayakan masyarakat desanya itu, tengah diharapkan warga untuk bisa tampil memimpin Desa Sempu, tempat kelahirannya. Kepada Villagerspost.com, Eko mengaku siap mengemban amanah tersebut, jika rakyat desa mempercayainya. “Saya punya mimpi menjadikan Desa Sempu sebagai yang maju dengan basis pariwisata dan pengembangan potensi lokal desa,” katanya, ketika ditemui Senin (19/12).

Itu bukan satu-satunya misi yang ingin dijalankan dan diwujudkan oleh Eko. Dia juga punya beberapa misi lain seperti menjadikan desa sempu yang mandiri, bersatu, dengan mengutamakan sumberdaya manusia Desa Sempu. Eko juga bercita-cita menjadikan Desa Sempu, sebagai desa yang tangguh bencana dengan berbasis masyarakat pemerintah desa dan lembaga usaha.

“Saya juga ingin menjadikan Desa Sempu sebagai desa yang berdaya secara pendidikan, ekonomi, budaya dan agama. Juga menjadikan Desa Sempu sebagai desa dengan pelayanan publik yang prima,” tegasnya.

Terkait misi menjadi Desa Sempu, sebagai desa tangguh bencana, Eko Suroso menyadari, desa yang berada di kaki Gunung Kelud itu, memang merupakan desa yang rawan bencana, khususnya letusan gunung. Gunung Kelud merupakan gunung berapi yang aktif dengan ciri khas adanya danau kawah, yang dalam kondisi letusan dapat menghasilkan aliran lahar letusan dalam jumlah besar, dan membahayakan penduduk sekitarnya.

Namun kondisi itu, menurut dia, tidak seharusnya membuat masyarakat desa menjadi terkungkung. Justru kondisi rawan bencana harus membuat masyarakat semakin kuat dan berdaya. Karena itu Eko Suroso, juga membangkitkan pemuda agar berdaya menghadapi bencana lewat Tim Siaga Desa dan Komunitas Jangkar Kelud.

Eko aktif menggerakkan masyarakat dalam kegiatan pengurangan risiko bencana. Dia berharap ini menjadi gerakan bersama seluruh elemen desa, sehingga dalam beberapa tahun kedepan gerakan pengurangan risiko Bencana berbasis komunitas di Desa Sempu menjadi gerakan seluruh elemen masyrakat, dunia usaha dan pemerintah yang ada di desa Sempu.

“Kedepan sektor-sektor yang lain juga perlu di-support termasuk radio Komunitas Sempuraya FM, kelompok-kelompok masyarakat sehingga semua bisa bersinergi, selain itu kebijakan yang mendukung terselenggaranya desa tangguh juga harus dikawal dan mimpi Desa Sempu yang maju, mandiri dan tangguh bencana bisa segera terwujud,” ujarnya.

Selain kebencanaan, Eko juga melihat potensi lain yang bisa dikembangkan di desanya, yaitu pariwisata. Desa Sempu selain memiliki kondisi alam yang indah, juga memiliki perkebunan anggrek yang cukup potensial dikembangkan sebagai kawasan wisata. Tak hanya anggrek, kebun-kebun strawberry, cabai dan kebun buah lainnya juga bisa dikembangkan sebagai kawasan tujuan agrowisata yang menarik.

Untuk itu, Eko Suroso menegaskan, dia sudah menyiapkan 9 program kerja yang akan dilaksanakan, jika dipercaya masyarakat memimpin Desa Sempu. Pertama, membangun desa wisata secara mandiri. Kedua, pengembangan potensi desa guna mendukung visi desa berbasis wisata yang maju dan berbasis budaya lokal. Ketiga, penyelenggaraan pemerintahan desa dan penggunaan anggaran yang terbuka, partisipatif dan mudah diawasi.

Keempat, peningkatan pembangunan fisik strategis, partisiatif, terbuka dan melibatkan sumber daya lokal masyarakat serta mempertimbangkan perencanaan jangka panjang. Kelima, menjadi Sempu sebagai desa tangguh bencana. Keenam, penyediaan mobil siaga guna mendukung ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

Ketujuh, meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat dari segi pendidikan, ekonomi, budaya, agama, menuju Desa Sempu mandiri. Kedelapan, peningkatan kualitas perangkat lembaga desa guna mendukung pelayanan pemerintahan yang cepat dan mudah. Kesembilan, menyelenggarakan informasi desa dan pelayanan masyarakat dengan cepat dan mudah dengan basis data online.

Laporan: Tim jurnalis desa Sempu, Kediri, Jawa Timur

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *