Ekspor Perikanan Sumatera Barat Meroket

Produksi ikan patin nasional (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Nilai ekspor perikanan Sumatera Barat pada bulan Januari, meroket dibandingkan dengan Desember 2020. Kepala Stasiun Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang Rudi Barmara mengungkapkan, nilai ekspor selama bulan Januari mencapai Rp3,6 miliar.

Angka tersebut jauh melampaui catatan ekspor pada bulan Desember 2020 yang hanya mencapai Rp174,7 juta. Kenaikan pesat ekspor perikanan Sumbar di Januari disumbang oleh ekspor 640 ekor ikan hidup dan 20 ribu kilogram komoditi non hidup.

Komoditas yang menjadi andalan terdiri dari ikan hias laut sebanyak 640 ekor dengan senilai Rp128 juta. Ikan ini dikirim ke Tokyo, Jepang dalam sekali pengiriman. Selanjutnya, ikan tuna beku (frozen tuna) seberat 20.108,09 kg dikirim ke Miami, Amerika Serikat. Nilai sekali kirim komoditas ini mencapai dengan nilai mencapai Rp3,5 miliar.

“Hasil perikanan yang ditangkap di perairan Sumbar dipastikan sehat, terjamin kualitasnya, aman dikonsumsi, dan memenuhi persyaratan negara tujuan ekspor,” kata Rudi, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (8/2).

Rudi menambahkan, jajaran SKIPM selalu melakukan pemeriksaan ke Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus Kota Padang guna memastikan kualitas ikan yang akan diolah untuk ekspor. Dikatakannya, kapal ikan melakukan bongkar muat di pelabuhan seminggu sekali.

Bahkan, jajaran SKIPM Padang tak hanya melakukan cek secara fisik kesegaran ikan hasil tangkapan dengan salah satu cirinya berupa daging ikan yang masih kenyal, kulit yang mengilat dan mata ikan yang masih cembung, cerah.

Rudi memastikan, pihaknya juga mengambil sampel ikan untuk diperiksa ke laboratorium untuk pengecekan apakah ikan dari Unit Pengolahan Ikan bebas dari bakteri berbahaya, formalin, dan sesuai dengan permintaan negara tujuan.

Pihak SKIPM Sumbar, tegas Rudi, berkomitmen menjaga mutu dan keamanan hasil perikanan terutama yang keluar dan masuk provinsi Sumatera Barat. Terlebih seluruh fasilitas laboratorium yang dimiliki oleh SKIPM Padang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional.

“Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, (produk perikanan) diberikan health certificate (Sertifikat Kesehatan Ikan) yang menyatakan ikan hias bebas dari penyakit dan layak ekspor,” pungkas Rudi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *