Ekspor Pertanian Naik Pesat Dibandingkan Tahun Lalu

Petani mengangkut hasil panen. (dok. kedaulatanpangan.net)

Jakarta, Villagerspost.com – Ekspor sektor pertanian naik hingga mencapai 13,91 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, di Jakarta, Senin (15/2). Kenaikan ini, kata dia, salah satu kenaikan yang tertinggi dibandingkan komoditas ekspor lain baik migas maupun non migas.

“Salah satu sektor yang tinggi kenaikan ekspornya signifikan adalah pertanian yang meningkat 13,91% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komoditas yang paling banyak diekspor di antaranya sarang burung walet sampai mutiara hasil budidaya,” papar Suhariyanto.

Komoditas yang naik secara years –on-years (yoy) adalah sarang burung, tanaman obat aromatik dan rempah-rempah, hasil hutan bukan kayu, dan mutiara hasil budidaya. Sektor lainnya adalah pengolahan yang meningkat 11,72% (YoY). Komoditas yang mendorong ekspornya adalah minyak kelapa sawit, besi baja serta televisi dan perlengkapan televisi.

Secara umum, kata Suhariyanto, hampir semua komoditas ekspor mengalami kenaikan. Sektor pertambangan naik 16,92% (YoY) naik 16,92%. Komoditas yang naik adalah bijih tembaga dan batu kerikil. Kemudian sektor migas ekspornya mengalami kenaikan 8,3%. Nilai ekspor Indonesia Januari 2021 mencapai US$15,30 miliar atau naik 12,24 persen dibanding Januari 2020 (yoy).

Menanggapi data ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Kuntoro Boga Andri menjelaskan peningkatan secara spartan ekspor sektor pertanian dan berkontribusi besar terhadap perekonomian makro merupakan capaian yang diraih dari hasil kerja dan program yang bagus. Tidak hanya fokus pada produksi, Kementan memacu hingga aspek hilir agar terjadi kenaikan ekspor pertanian,

“Kementan memiliki program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks), sebagai upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Program ini untuk mengakomodir semua kepentingan para pelaku pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir. Program ini dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi nasional, mulai dari sisi produksi sampai proses pengolahan,” kata Kuntoro.

Selain itu, Kementan pun memiliki program yang tujuan utamanya menggairahkan komoditas ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani yakni mensinergikan hulu dengan hilir salah satunya melalui pengembangan korporasi berbasis komoditi tanaman pangan, hortikultura dan komoditas strategis ekspor lainnya. Di sisi lain, peningkatan ekspor pun terpacu dengan tersedianya kemudahan pelayanan.

“Pencapaian peningkatan ekspor tentunya dari banyaknya perubahan dan adanya program terobosan yang implementatif dan inovatif sehingga membangun sektor pertanian yang maju, mandiri dan modern. Artinya penggunaan teknologi modern menjadi kunci dan adanya kemudahan serta sinergitas pemerintah dengan pelaku usaha, petani dan perintah terbangun dengan baik,” jelas Kuntoro.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.