Evaluasi 100 Hari Pemerintahan JKW-JK: Kesejahteraan Nelayan Belum Membaik

Kegiatan nelayan Flores menangkap ikan (dok. kiara.or.id)
Kegiatan nelayan Flores menangkap ikan (dok. kiara.or.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengungkapkan, masa 100 hari pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum menunjukkan kontribusi positif terhadap kesejahteraan nelayan. Hal ini ditandai dengan merosotnya Nilai Tukar Nelayan (NTN).

“Secara umum prestasi pemerintah mensejahterakan nelayan belum menunjukkan hasil. Hal ini ditandai dengan Nilai Tukar Nelayan yang sangat dinamis. Perubahan ‘naik’ maupun ‘turun’ NTN dalam waktu singkat menunjukkan masih sangat rentannya kualitas kesejahteraan nelayan Indonesia,” kata Riza Damanik Ketua Umum KNTI kepada Villagerspost.com, Jumat (6/2).

Data Badan Pusat Statistik RI menunjukkan, NTN pada Oktober hingga Desember 2014 terus mengalami penurunan. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menutup NTN pada angka 106,66 di bulan Oktober 2014. Sedang pada awal Pemerintahan Jokowi-JK, angka NTN turun -2,26 menjadi 104,26 di November 2014. Lalu, kembali turunĀ  sebesar 1,24 di Desember 2014 menjadi hanya 102,97. Angka 102,97 telah menjadi NTN paling buruk sepanjang 2014.

Data Fluktuasi Nilai Tukar Nelayan

tabel nilai tukar nelayan

Meski begitu, kata Riza, pada Januari 2015 mulai terjadi perbaikan NTN, yakni meningkat sebesar 2,44 dari bulan sebelumnya menjadi 105,48. Penaikan dan penurunan NTN pada 100 hari pertama Pemerintahan JKW-JK diduga lebih dipengaruhi oleh keputusan pemerintah menaikkan atau menurunkan harga BBM, daripada akibat kebijakan perikanan itu sendiri.

“Melihat tren 10 tahun ke belakang, maka tantangan terbesar pemerintah adalah menjaga konsistensi kualitas kesejahteraan nelayan dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, KNTI mengingatkan KKP untuk menyiapkan strategi partisipatif dan antisipatif agar perekonomian nelayan di 2015 terus membaik di tengah ikhtiar penguatan kebijakan pengelolaam perikanan, seperti pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang dan pengambilan kepiting bertelur maupun benih lobster,” tutup Riza. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *