Fadli Zon: Gabung TPP Indonesia Hanya Jadi Pasar

Ilustrasi ancaman liberalisasi dibalik TPP. Indonesia diperkirakan hanya akan menjadi pasar (dok. campaign.350.org)
Ilustrasi ancaman liberalisasi dibalik TPP. Indonesia diperkirakan hanya akan menjadi pasar (dok. campaign.350.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, langkah Presiden Joko Widodo bergabung dengan Trans Pacific Partnership (TPP) tidak ada gunanya. Dia mengatakan, Indonesia gabung ke TPP hanya akan menjadi pasar bagi negara-negara anggota TPP.

“Menurut saya, TPP harus ditolak, karena tidak ada gunanya. Itu hanya akan menjadikan kita sebagai pasar bagi negara-negara anggota TPP. Saya kira, Presiden Joko Widodo keliru mengambil keputusan itu,” kata Fadli, seperti dikutip dpr.go.id, Kamis (29/10).

Politikus F-Gerindra itu mengaku, tidak paham dengan pemikiran Presiden, yang berniat bergabung dengan TPP. Pasalnya, tidak ada jaminan, apakah dapat menguntungkan perekonomian Indonesia, atau tidak.

“Kalau kita kuat ekspornya, kita boleh bergabung dengan TPP. Tapi, apa yang bisa kita ekspor ke negara-negara pasifik itu atau negara anggota itu? Indonesia hanya akan menjadi pasar, bukan pemasok barang-barang kita, ke pasar mereka. Jadi itu merugikan,” imbuh politikus asal dapil Jawa Barat itu.

Sebagaimana diberitakan oleh berbagai media, pada konfrensi pers bersama Presiden Obama di AS, Presiden Jokowi menuturkan niatnya untuk bergabung dengan Trans Pacific Partnership. Hingga saat ini sudah ada 12 negara-negara di Asia Pasifik yang tergabung, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Brunei, Chile, New Zealand, Singapura, Australia, Kanada, Malaysia, Meksiko, Peru, dan Vietnam.

Sementara, syarat untuk bergabung dengan forum ini adalah dengan melakukan liberalisasi berbagai sektor. Pertama, penghapusan Daftar Negatif Investasi (DNI). Kedua, Trans Pacific Partnership juga mewajibkan anggotanya untuk menghapus segala fasilitas untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga, persyaratan Trans Pacific Partnership untuk membuka proyek yang dibiayai oleh anggaran pemerintah untuk investor asing. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *