Fadli Zon: Peran Perempuan Tani Harus Dikembangkan

Peran perempuan dalam pertanian dinilai sangat penting (dok. gandeng tangan org)

Jakarta, Villagerspost.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fadli Zon menegaskan, peran perempuan tani dalam sektor pertanian sangat penting untuk dikembangkan. Peran perempuan tani dalam pertanian, kata Fadli, sangat penting dalam peran-peran yang sifatnya off-farm alias di luar urusan mengelola lahan.

“Di on farm mungkin kita bagus, tapi off farm peran perempuan tani bisa menjadi sangat sentral. Karena disitulah akan ada nilai lebih yang bisa dihasilkan oleh para petani. Secara statistik, kebanyakan petani adalah laki-laki, tetapi dalam persoalan off farm, saya kira bisa banyak perempuan tani yang bisa berperan,” ujar Fadli dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional dalam rangka Hari Kartini 2017 yang diselenggarakan oleh Komisi IV DPR RI bekerjasama dengan DPP Wanita Tani Indonesia, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/4).

Fadli yang juga merupakan Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) juga mengatakan, semakin hari semakin sedikit orang yang mau menjadi petani. Oleh karenanya kedepan akan menjadi satu tantangan yang sangat berbahaya dalam persoalan ketahanan pangan atau kedaulatan pangan.

Peran Menteri Pertanian sangat kuat dalam menentukan kebijakan untuk tidak melakukan impor, tetapi di Kementerian lain justru ada yang menginginkan impor. Sehingga koordinasi antar Kementerian mengenai persoalan kebijakan tersebut yang sangat diperlukan.

“Persoalan kedaulatan pangan harus dievaluasi. Dalam konteks diversifikasi pangan kedepan, perlu juga dipikirkan tentang swasembada yang berorientasi kepada swasembada karbohidrat dan swasembada protein. Karena hal itu jauh lebih masuk akal, swasembada protein dan karbohidrat akan lebih cepat jika dibandingkan dengan swasembada daging dalam kondisi sekarang ini,” tegasnya.

Yang menjadi aspirasi di HKTI, kata Fadli, adalah bagaimana mengembalikan persoalan harga, yang merupakan insentif bagi orang dalam bertani. Fadli meminta untuk segera dikembalikan tatanannya kepada harga dasar dan harga eceran tertinggi.

“Dengan HPP yang ada sekarang, kompetisi bebas yang ada akan membuat petani tidak mampu untuk bersaing secara ketat. Kalau bisa dikembalikan kepada harga dasar dan eceran tertinggi maka akan lebih mempunyai jaminan,” jelasnya.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *