Festival Forum Indonesia Timur Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Kebun sayur organik yang dikembangkan Sitti Rahmah, seorang petani maju hasil binaan program RCL (dok. oxfam/Irwan Firdaus)
Kebun sayur organik yang dikembangkan Sitti Rahmah, seorang petani maju hasil binaan program RCL (dok. oxfam/Irwan Firdaus)

Jakarta, Villagerspost.com – Forum Indonesia Timur dan Yayasan BaKTI atau Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia menghelat acara bertajuk Festival Forum Indonesia Timur. Acara tersebut akan digelar pada tanggal 17-18 November 2015 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Oxfam menyambut baik dan berpartisipasi dalam festival tersebut. Festival yang berlangsung ketujuh kali ini menunjukan keseriusan kerja dan gerakan masyarakat sipil dan pemerintah setempat untuk mendorong kesejahteraan masyarkat di kawasan timur Indonesia.

Pada festival kali ini Oxfam di Indonesia dengan bangga berpartisipasi bersama kearifan lokal dan kemajuan para penerima manfaat program di berbagai kabupaten di Pangkep, Barru, Maros dan Takalar. Para penerima manfaat program Oxfam ikut hadir dalam festival ini adalah bagian dari sekitar 74 kelompok ekonomi yang pendapatannya meningkat antara 35-75 persen dibandingkan sebelum program Perbaikan Lingkungan Pesisir disana.

Oxfam bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan mitra lokal untuk meningkatkan status ekonomi masyarakat pesisir dengan pemanfaatan potensi lokal. Oxfam adalah konfederasi yang terdiri dari tujuhbelas organisasi yang bekerja di 94 negara di dunia berupaya menghapuskan ketidakadillan dan kemiskinan. Program pengurangan resiko bencana dan program penghidupan Oxfam di Sulawesi Selatan sudah berjalan sejak lebih dari sepuluh tahun silam.

Salah satu penerima manfaat dan mitra program Oxfam ikut berpartisipasi dalam festival ini adalah Sitti Rahmah dari desa Pitusunggu, Kabupaten Pangkep. Rahmah adalah penerima penghargaan pemerintah Republik Indonesia sebagai pelaku pembangunan ketahanan pangan pada 2014 silam.

Rahmah bersyukur pernah terlibat dalam program perbaikan masyarakat pesisir yang pada akhirnya membuka matanya untuk menyejahterakan keluarga dan mendorong kelurga-keluarga lain dalam kelompok di desanya.

“Saya merasa bahagia hadir dalam acara festival ini semoga upaya saya dan kelompok dapat dijadikan contoh dan diikuti kelompok di lain kabupaten untuk meningkatkan pendapatannya dengan menanam sayuran dan padi organik,” kata Rahmah dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (17/11).

Bersama kelompok Pitaaksi Rahmah memulai dan mendorong pengembangan pertanian organik. Kini lahan tidur miliknya dan kelompoknya seluas delapan hektar yang bertahun-tahun terlantar telah hijau dengan tanaman sayuran dan padi organik. Buah dari hasil panennya kini telah meningkatkan penghasilannya.

Petani organik lain yang hadir adalah Nuryasin dari Kabupaten Barru yang memulai pembuatan pupuk organik. Dengan bantuan Oxfam berupa mesin pengolah pupuk kini Nuryasin telah berhasil membeli sebidang tanah pertanian yang cukup luas untuk dikelola bersama istrinya dengan menanam sayuran organik dan memelihara ikan bandeng dan beternak bebek dengan pakan organik.

Selain itu juga hadir Ibu Salmiah pengelola koperasi yang mendorong kewirausaahaan bagi para perempuan di desanya.

Capaian dari program Oxfam di pesisir Sulawesi selatan lainnya seperti terbentuknya delapan forum masyarakat pesisir sebagai sebagai salah satu fasilitas publik untuk menyalurkan aspirasi yang membangun dan berpihak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sejumlah 1200 Kepala Keluarga dengan sekitar 5400 jiwa mendapatkan manfaat langsung.

Empat ratus hektar kawasan bakau ditata kembali, termasuk 1600 hektare kawasan pasang-surut hingga kondisi ekologisnya dapat menopang penghidupan masyarakat pesisir.

“Kami sangat senang dapat hadir dan berpartipasi dalam Festival Forum Indonesia Timur ini,” kata Koordinator Program Oxfam untuk kawasan timur Indonesia Jaya Tulha.

Praktik-praktik yang cerdas dan bermanfaat kami hadirkan dalam acara ini untuk memberi contoh baik oleh para penerima manfaat program kami sehingga mereka dapat melanjutkan upaya menyejahterakan keluarga dan masyarakat bersama pemerintah desa setempat,” pungkas Jaya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *