Forum Ketahanan Pangan Global: Menangani Berbagai Tantangan Ketahanan Pangan

Forum Ketahanan Pangan, membahas masalah pangan global di ajang pertemuan G20 (dok. istimewa)

Jakarta, Villagerspost.com – Forum Ketahanan Pangan Global telah usai digelar di Nusa Dua, Bali. Forum tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa para pembuat keputusan termasuk pemerintah dan industri, khususnya anggota G20, perlu meningkatkan kemitraan antara pihak pemerintah dan swasta untuk mengatasi berbagai tantangan ketahanan pangan dan energi dunia.

“Tujuan kita adalah untuk menyediakan pangan bagi 8 miliar orang di seluruh dunia,” kata Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (14/11).

Prabowo menyampaikan hal itu kepada lebih dari 300 perwakilan pemerintah, pemimpin bisnis, pakar, dan masyarakat umum yang mengikuti Forum Ketahanan Pangan Global. “Namun, tantangannya adalah ketersediaan pangan dan keterjangkauan harga pangan. Tantangannya adalah hanya beberapa negara yang memiliki kecukupan pasokan protein dan kalori,” tambah Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi mencapai target nol kelaparan di seluruh dunia, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor dua.

Forum selama dua hari ini menyebut pandemi dan konflik geopolitik sebagai dua ancaman utama ketahanan pangan global yang menghambat produksi dan distribusi pangan, meningkatkan inflasi global, dan menciptakan ketidakpastian yang melumpuhkan dunia.

“Dari sudut pandang bisnis, saya sangat setuju dengan Bapak Prabowo dan para peserta forum lainnya bahwa tantangan ketahanan pangan dunia saat ini begitu besar dan beragam. Namun, peningkatan kemitraan pemerintah dan swasta dapat mendorong kita ke arah pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan nomor dua,” kata Gaurav Srivastava yang memimpin Gaurav & Sharon Srivastava Family Foundation.

Gaurav berharap solusi atas isu ketahanan pangan global yang dibahas dalam forum ini, seperti pembiayaan terhadap cadangan pangan darurat, dukungan finansial untuk Program Pangan Dunia dan pasokan gandum, serta pembentukan asosiasi bisnis yang mampu menyatukan kebutuhan pangan untuk menekan biaya penyediaan, dapat segera terwujud melalui peningkatan kemitraan pihak pemerintah dan swasta.

Untuk jangka panjang, para peserta forum juga menyebut dialog yang berkesinambungan antara negara-negara anggota G20 sebagai hal penting untuk mengantisipasi tantangan-tantangan ketahanan pangan ke depannya. Negara-negara anggota G20 pun diharapkan melakukan layanan penyuluhan pertanian untuk mendorong terus terciptanya inovasi dan solusi ketahanan pangan berbasis lingkungan.

“Segala hal yang terjadi di dunia pada beberapa tahun terakhir menjadi pengingat bahwa masalah ketahanan pangan dan energi saling berkaitan, bisa terjadi kapan pun, dan berdampak pada seluruh manusia di bumi,” kata Gaurav.

“Yayasan kami meyakini bahwa kesepakatan forum ini untuk meningkatkan kemitraan pihak pemerintah dan swasta merupakan sebuah langkah penting untuk menjamin ketahanan pangan global,” kata Gaurav.

Dia menekankan, pihak yayasan akan terus berkomitmen menjembatani kemitraan pihak pemerintah dan swasta dalam mengatasi tantangan-tantangan ketahanan pangan. “Seluruh industri yang berhubungan dengan isu ini, termasuk industri perbankan, asuransi, pengiriman logistik, minyak, dan pangan perlu bekerja sama untuk mencapai kesetaraan akses terhadap pangan di seluruh penjuru dunia,” pungkas Gaurav.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published.