Ganasnya El Nino Tegaskan Perlunya Dana Adaptasi Iklim

Masyarakat Haiti membangun kanal pengendali banjir dari dana bantuan adaptasi iklim (dok. oxfamamerica.org)
Masyarakat Haiti membangun kanal pengendali banjir dari dana bantuan adaptasi iklim (dok. oxfamamerica.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Tahun 2016 ini nyaris pasti bakal menjadi tahun terpanas dan fenomena super El Nino akan membuat sekitar 60 juta penduduk bumi akan mengalami kejutan iklim yang sangat parah. Karenanya sangat penting untuk menolong masyarakat untuk beradaptasi dengan perubahan iklim.

Oxfam menegaskan hal itu, di awal Konferensi Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bonn, Jerman, pertengahan Mei ini. Penduduk miskin menjadi pihak yang paling rentan dalam menghadapi kekeringan parah, gagal panen, kelaparan, banjir dan wabah penyakit terkait perubahan iklim.

“Isu ini tidak bisa lagi dikesampingkan begitu saja lebih jauh, kata pakar perubahan iklim Oxfam Tracy Carty, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (16/5).

Petani skala kecil di seluruh dunia saat ini tengah menghadapi dampak-dampak tersebut, namun mereka seperti ditinggal sendirian menghadapinya. Dalam laporan terbarunya bertajuk “Unfinished Business” atau “Pekerjaan yang Belum Selesai”, Oxfam menjelaskan bagaimana Kesepakatan Iklim Paris, tidak menjamin negara-negara miskin akan menerima bantuan pendanaan yang dibutuhkan untuk membiayai adaptasi iklim seperti mengatasi banjir dan tanaman tahan kekeringan.

Biaya yang ditanggung negara berkembang untuk beradaptasi dengan perubahan iklim bisa mencapai US$500 miliar di tahun 2050, demikian disebut sebuah laporan yang dirilis pekan ini oleh PBB. Kesepakatan Iklim Paris memang menegaskan perlunya tambahan dana untuk menolong negara-negara miskin memenuhi kebutuhan adaptasi. Sayangnya, Kesepakatan Paris tak merinci seberapa banyak dana yang dibutuhkan dan kapan akan didistribusikan serta bagaimana menghitung dan mengumpulkannya.

Oxfam mendesak negosiator iklim yang akan bertemu di Bonn pekan ini untuk meletakkan pembahasan soal dana adaptasi iklim di pucuk agenda untuk pertemuan para pihak perubahan iklim di Maroko November nanti. Di sana, pemerintah akan memperjelas berbagai jawaban untuk pertanyaan tersebut.

Tracy mengatakan, selama ini dunia mengetahui adanya jurang yang semakin lebar dalam pendanaan iklim selama bertahun-tahun. Kita, kata dia, kecewa ketika kesepakatan Paris gagal menutup jurang itu.

“Kita perlu melihat komitmen yang lebih spesifik di Bonn untuk meningkatkan pendanaan adaptasi dan menegaskan dana itu akan dibelanjakan untuk membantu petani skala kecil yang berada di garis depan dalam menghadapi krisis iklim. Kita sudah melihat harga dari kegagalan, sepuluh juta orang di seluruh dunia menghadapi kelaparan dan kemiskinan akibat kekeringan dan kegagalan panen disebabkan El Nino,” tegas Tracy.

Di 2009, negara kaya berjanji untuk menaikkan dana hingga sebesar US$100 miliar per tahun di 2020 untuk menolong negara-negara termiskin untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dan memangkas emisi karbon. Perkiraan saat ini hanya 16% dari dana itu yang dipakai untuk proyek adaptasi.

Oxfam percaya gambaran itu harus ditingkatkan lagi setidaknya hingga 35% pada 2020 dan dana itu harus berasal dari dana hibah dan dan bentuk pendanaan lain yang tidak membebani negara-negara miskin untuk mengembalikannya. Pada 2025 persentase itu harus meningkat hingga 50%.

Ikuti informasi terkait perubahan iklim >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *