Garut Jadi Lumbung Pangan untuk Jabar dan Jakarta

Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen jagung di Kalimantan Selatan, tahun lalu (dok. pertanian.go.id)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat panen jagung di Kalimantan Selatan, tahun lalu (dok. pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com -Musim panen jagung di Kabupaten Garut musim ini boleh dibilang sangat berhasil. Dari luasan lahan tanam sebesar 73.000 hektare, Garut bisa memproduksi jagung sebanyak 13 ton per hektare. Dengan catatan itu, saat ini Garut tercatat sebagai daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia dan pada tahun 2015 produksinya mencapai 512.000 ton.

Tak heran jika Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyambut gembira hasil panen jagung ini. Amran yang hadir dalam panen raya jagung di Desa Pangeureunan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Rabu (23/3) kemarin mengaku, siap mengucurkan bantuan untuk para petani jagung hibrida yang ada di Kabupaten Garut. Amran juga sekaligus berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus meningkatkan produksi jagung hibrida yang ada di daerahnya.

“Ini membuktikan bahwa produktivitas jagung kita terus meningkat setiap hari. Saya intruksikan agar Pemkab Garut terus meningkatkan produksi jagung hibrida. Jangan khawatir, kami siap mendorongnya dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan petani,” ujar Mentan Amran.

(Baca juga: DPR Sayangkan Bulog Beli Jagung Impor Ilegal)

Bantuan jagung hibrida diberikan karena, jagung yang ditanam di 5 desa di Kabupaten Garut dengan luas lahan garapan 3500 hektare adalah jagung hibrida. Hasil produksinya dinilai baik karena dari luasan itu mampu menghasilkan jagung sebanyak 42 ribu ton. Jenis jagung hibrida biasanya dikirim ke industri untuk digunakan/diolah sebagaiĀ  pakan ternak atau kebutuhan industri lainnya.

Sasaran tanam jagung Jawa Barat tahun 2016 mencapai seluas 195.752 ha dengan target produksi hampir 1,3 juta ton dan kontribusi Kabupaten Garut sendiri mencapai 45,28% yakni seluas 82.010 ha dengan sasaran produksi 586.207 ton atau setara dengan Rp1,8 triliun. Dengan sasaran produktivitas jagung yang cukup tinggi di tahun 2016 yaitu sebesar 83,72 ku/ha, maka hal ini hanya dapat dicapai dengan penanaman jagung hibrida.

Karena itu, Amran berharap petani terus mengembangkan penanaman jagung hibrida dengan varietas yang sesuai dengan kearifan lokal untuk produktivitas yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.

Berdasarkan angka sementara Badan Pusat Statistik, produksi jagung nasional tahun 2015 sebesar 19,61 juta ton atau naik 3,17 persen dibandingkan dengan produksi tahun 2014 lalu sebesar 19 juta ton. Secara nasional, produktivitas jagung dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Untuk tahun ini Kementerian Pertanian memproyeksikan produksi jagung naik menjadi 24 juta ton atau meningkat 8,8 persen.

“Saya sangat mengapresiasi Kabupaten Garut yang telah mampu berkontribusi sebesar 53 persen di Jawa Barat dan lebih dari 2 persen untuk nasional,” ungkap Mentan.

Amran Sulaiman meminta Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) memperluas lahan jagung mengingat potensinya yang sangat besar. Dia meminta lahan jagung yang ada saat ini mencapai 73.000 hektare dinaikan menjadi 100.000 hektare.

“Tolong jangan tawar permintaan saya ini. Bila tidak memenehi target, maka bisa jadi bantuan akan kami kurangi,” kata Amran bergurau.

Untuk mendukung perluasan lahan jagung tersebut, Mentan Amran berjanji akan memberikan bantuan baik itu bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) yang juga untuk meningkatkan produktivitas.

Amran berharap, Garut mampu menjadi lumbung pangan untuk memenuhi pasar Jakarta selain sejumlah daerah di Jawa Barat. “Hal ini menurutnya tidaklah berlebihan mengingat potensi jagung di Garut yang begitu melimpah. Selain itu bawang di sini juga akan kita genjot,” kata Mentan.

Amran mengatakan, para petani jagung dan bawang Garut tak perlu khawatir kalau hasil panen mereka tidak akan terpasarkan. Pasalnya, Bulog siap membeli hasil panen petani jagung dan bawang berapapun produksinya.

“Bila kebutuhan Jakarta bisa dipenuhi Garut, maka akan dapat menghemat ongkos distribusi dan harga di pasar menjadi tidak mahal. Sementara sentra penghasil bawang lainnya seperti Brebes dan Bima akan diupayakan untuk pasar ekspor,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Garut Tatang Hidayat menyatakan siap memenuhi target penambahan lahan jagung seluas 100.000 hektare dengan memaksimalkan sentra-sentra penghasil jagung dan wilayah lainnya.

“Secara luas lahan, itu memungkinkan. Sentra-sentra jagung tersebar di Garut utara 14 titik dan 9 titik di Garut selatan,” pungkasnya. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas jagung >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *