Gelar Green Camp 2019, RMI Edukasi Anak Muda Mengelola Sampah | Villagerspost.com

Gelar Green Camp 2019, RMI Edukasi Anak Muda Mengelola Sampah

Tempat Pembuangan Sampah Desa di Sumenep, Madura. (dok. sumenepkab.go.id)

Bogor, Villagerspost.com – Rimbawan Muda Indonesia (RMI) kembali menggelar acara Green Camp, salah satu kegiatan rutin RMI bersama Relawan4Life untuk mendukung upaya generasi muda perdesaan untuk semakin mengenal kekayaan kampungnya, dan saling bertukar ide dan inspirasi dengan kawan-kawan sebaya dari berbagai daerah dalam mengembangkan kampungnya. Tema Green Camp 2019 kali adalah: “Reduce, Reuse, Refuse.

Perhelatan Green Camp 2019 yang bertema pengelolaan sampah ini berlangsung sejak Jumat (19/7) hingga Minggu (21/7). Sejumlah anak muda dari DKI Jakarta, Kabupaten Lebak, Kabupaten Bogor, Kabupaten Depok, dan berbagai kalangan dari desa dan kota akan berkumpul di Kampung Ciwaluh, Desa Wates Jaya dan Kampung Cipeucang, Desa Pasir Buncir Kecamatan Cigombong dan Caringin, Kabupaten Bogor Jawa Barat

Pada Green Camp kali ini, peserta akan diperkenalkan dengan kehidupan masyarakat hutan yang kehidupannya bergantung pada kekayaan hutan Gede Pangrango. Saat ini, masyarakat Kampung Cipeucang dan Kampung Ciwaluh juga sedang dalam proses untuk mendapatkan akses legal ke kebun hutan dan sawah mereka yang berada di wilayah Taman Nasional Gede Pangrango.

Selain itu, karena ketiadaan sistem pengelolaan sampah sistematis dari Pemerintah di kampung ini, topik tentang sampah akan menjadi salah satu bahasan selama acara Green Camp berlangsung, dalam bentuk diskusi dan praktek langsung. Pengetahuan dan ketrampilan yang didapat nanti juga tentunya dapat diterapkan oleh peserta lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Isu sampah sendiri telah menjadi isu semakin hangat belakangan ini. “Kita cenderung tidak sadar bahwa setiap harinya, kita itu bukan ‘membuang’ sampah, melainkan hanya memindahkan sampah dari rumah kita ke TPA. Sementara tidak ada solusi nyata yang selama ini bisa menanggulangi sampah di TPA yang tingginya sudah hampir setinggi gunung,” kata Outreach Manager RMI Dinda Tungga Dewi, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Minggu (21/7).

“Selain itu, keterhubungan generasi muda rural atau pedesaan dengan urban atau perkotaan juga telah menjadi kekuatan tersendiri yang RMI alami sejak 2004, dalam mendukung upaya penyelamatan lingkungan hidup dan mendukung pengakuan terhadap peran masyarakat lokal dan masyarat adatnya,” tambah Dinda.

Green Camp sendiri merupakan kegiatan rutin yang digelar RMI sejak 2011 lalu dan telah diikuti oleh lebih dari 300 anak-anak muda untuk saling belajar dan saling mendukung dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus belajar tentang isu agraria dengan cara yang mudah. Acara ini juga mengenalkan anak-anak muda perkotaan dengan situasi di perdesaan, terutama di sekitar hutan, sehingga mereka lebih memahami pentingnya wilayah perdesaan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampanye Regional Asia Tenggara bernama Our Rivers Our Lives (OROL), yaitu sebuah kampanye di 7 negara Asia Tenggara untuk mendorong pemenuhan hak anak atas lingkungan hidup, salah satunya dilihat dari kelestarian sungai yang menjadi salah satu indikator sehat atau tidaknya suatu lingkungan.

“Ini adalah Green Camp pertama yang saya ikuti, saya berharap dengan mengikuti Green Camp, saya jadi lebih tahu mengenai kehidupan di desa, dan jadi lebih paham mengenai bagaimana cara mengurangi produksi sampah untuk diri sendiri,” ujar Fadlu salah satu peserta dari Teens Go Green Indonesia yang bergabung dengan acara ini untuk pertama kalinya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *