Gelar RUA Virtual, Aliansi Organis Indonesia Pilih Presiden Baru

Pengurus Aliansi Organis Indonesia (AOI) 2017-2020 (dok. aoi)

Jakarta, Villagerspost.com – Aliansi Organis Indonesia (AOI), perkumpulan yang menaungi para pegiat pertanian organik di Indonesia, menggelar Rapat Umum Anggota (RUA), pada 2-3 November lalu. Dalam RUA yang dilaksanakan secara virtual untuk pertama kalinya itu, AOI mendapuk Emilia Tri Setyowati menjadi Presiden AOI periode 2020-2023.

Emilia terpilih menggantikan pejabat lama Maya Stolastika Boleng. Selain Emilia, terpilih pula formatur Dewan Perwakilan Anggota (DPA) lainnya, yaitu Pius Mulyono, Elsje P. Manuela, Anas Nasrulloh dan Bibong Widyarti, sebagai anggota mendampingi kepemimpinan Emilia. RUA ketujuh tetap berjalan dengan baik dan berhasil mengumpulkan anggota AOI dan calon anggota AOI secara virtual melalui Zoom meeting.

Dalam kesempatan itu, Presiden AOI 2017-2020 Maya Stolastika Boleng mengaku, selama bertugas sebagai Dewan Perwakilan Anggota AOI memberikan banyak wawasan. “Saya bisa mengenal kerja-kerja advokasi. Sebelumnya advokasi masih terdengar awam untuk saya,” kata Maya.

Maya mengatakan, selama ini dalam berkegiatan di pertanian organik di Twelve’s Organic, sebenarnya dia juga kerap melakukan pendampingan kepada petani dan membangun hubungan dengan pemerintah desa. “Itu sebenarnya sudah merupakan kerja advokasi,” ujarnya.

Maya juga mengaku bersyukur selama memimpin AOI, dia memiliki pengalaman mengenal lebih dalam tentang gerakan pertanian organik di Indonesia dan juga di Asia pada umumnya. “Ini semakin memperkaya pemahaman saya akan pentingnya pertanian organik sebagai solusi ketahanan pangan maupun tonggak berdirinya suatu bangsa dimasa depan,” tegasnya.

Maya berharap, AOI ke depannya bisa menjadi ikon dari pertanian organik di Indonesia. “Dimana role model pertanian organik di Indonesia dan juga Asia ada di AOI baik itu dari peran petani muda dan petani perempuan, NGO maupun strategi pemasaran produk-produk organik dan juga pencetak regenerasi di dunia pertanian,” tegasnya.

Sementara itu, anggota DPA 2017-2020 Lidia Naibaho menyampaikan rasa bahagia dan bangga menjadi anggota AOI. Lidia mengatakan, dia mendapat banyak pelajaran, bisa berinteraksi dan melihat bagaimana anggota anggota AOI ikut dalam usaha pengembangan PO di berbagai skala dan menghasilkan produk organik yang siap jual dan berkualitas.

“Hormat saya bagi para petani! Semoga AOI semakin berdampak, petani berdaulat, lingkungan serta masyarakat semakin organis,” kata Lidia.

Hal senada disampaikan kolega Lidia, Indro J Surono. “Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian DPA yang bersama BP menjalankan mandat anggota (RUA). Banyak pelajaran, pengalaman dan kesempatan baru diperoleh selama menjadi DPA,” tegasnya.

Dalam RUA ini, AOI juga menerima 22 anggota baru yang terdiri dari 12 Private Sector, 6 LSM, 3 Individu dan 1 Organisasi Petani. Dengan disahkannya anggota baru maka jumlah anggota AOI saat ini adalah 122 anggota, terdiri dari 43 NGO/LSM, 26 Private Sector, 37 Individu dan 16 Organisasi Petani.

Dengan bertambahnya jumlah anggota AOI diharapkan gerakan pertanian organik di Indonesia semakin kuat dan mampu mencapai Visi dan Misi AOI. Bersama anggota, AOI akan terus melakukan advokasi dan kegiatan-kegiatan untuk memperjuangkan regulasi-regulasi pertanian organik yang berpihak kepada petani di Indonesia. “Partsipasi anggota menjadi modal kuat bagi AOI untuk bergerak dan mengimplementasikan program-program,” kata Emilia Tri Setyowati.

“AOI Mengucapkan terima kasih kepada DPA sebelumnya yang telah memberikan perhatian dalam menjalankan program-program AOI untuk pengembangan pertanian organik di Indonesia,” tambah Emilia.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *