Genjot Ekspor, Kementan Resmikan Kawasan Budidaya Nanas di Sumatera Selatan

tanaman nanas (pixabay)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Pertanian meresmikan kawasan Budidaya Tanaman Nanas di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, Sumatera Selatan. Peresmian kawasan ini dilakukan sebagai upaya menggenjot komoditas ekspor pertanian.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi yang hadir dalam peresmian itu mengatakan, nanas merupakan komoditas strategis yang memiliki potensi besar dalam peningkatan ekspor. Dia berharap pemerintah daerah mendukung program jangka panjang Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks).

“Konkretnya kita bisa mengundang pengusaha di sini untuk memanfaatkan serat nanas, sebagaimana kita saksikan tadi tidak hanya nanas secara fresh tetapi juga produk off farm atau hilirisasi bisa lebih cepat lagi,” ujar Harvick, Selasa (21/2).

Dalam kesempatan itu, Wamentan Havick juga melakukan penanaman di lahan seluas 45 hektare. Selanjutnya, Wamentan juga meninjau stand yang ada di lokasi acara serta melihat langsung proses pengolahan nanas.

Hasil pengolahan serat daun nanas ini bisa menjadi bermacam produk siap pakai, seperti kain tenun, pakaian, tanjak, dan juga beragan tas. “Yang pasti kita dorong terus agar produksi nanas terus berkembang dan menjadi komoditas andalan kita,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan, komoditas nanas dari daerahnya merupakan produk berkualitas yang susah mendapat izin ekspor ke Singapura. Namun demikian, jumlah produksi yang ada saat ini masih terbatas karena hanya 100 kg per bulan.

“Sementara total permintaan sebanyak 2 ton per bulan. Ke depan kami berharap bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, mulai dari bibit nanas dan alat-alat pengelolaannya dapat menggenjot produktivitas nanas di Prabumulih,” katanya.

Sebagai informasi, Kota Prabumulih merupakan penghasil nanas terbesar di Sumatera Selatan. Nanas asli Prabumulih memiliki rasa yang manis dan limbah nanas tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan kain tenun.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.