Gerakan Pakan Ikan Mandiri Manfaatkan Bahan Baku Lokal

Pembudidaya menebar pakan ikan. Diharapkan pembudidaya menggunakan bahan lokal membuat sendiri pakan ikannya (dok. jabarprov.go.id)
Pembudidaya menebar pakan ikan. Diharapkan pembudidaya menggunakan bahan lokal membuat sendiri pakan ikannya (dok. jabarprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya untuk mewujudkan kemandirian para pembudaya ikan khususnya dalam penyediaan pakan ikan. Karena itu, pihak KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), menggerakkan proggram Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI).

GERPARI menjadi salah satu program utama DJPB menuju kedaulatan dan kemandirian. “GERPARI akan mendorong pembudidaya untuk tidak lagi tergantung dari bahan baku pakan impor. Sumberdaya alam negeri kita ini sangatlah besar dan banyak yang dapat dimanfaatkan untuk menggantikan bahan baku pakan impor tersebut,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, seperti dikutip kkp.go.id, Minggu (27/12).

Slamet mengatakan, produksi perikanan budidaya secara global yang meningkat secara signifikan dari tahun ke tahun. Kondisi ini akan menimbulkan kebutuhan bahan baku pakan dalam jumlah yang besar. Dalam kondisi demikian, kata Slamet, jika pembudidaya bergantung pada tepung ikan dari hasil tangkapan laut, maka pembudidaya akan mengalami kesulitan.

Pasalnya, tangkapan ikan di laut semakin terbatas. Dengan keterbatasan itu, maka kebutuhan tepung ikan dunia tidak akan bisa terpenuhi sehingga harganya akan semakin mahal dan ujung-ujungnya harga pakan juga akan semakin tinggi.

“Disamping itu, seiring dengan semakin meningkatkan harga pakan khususnya pakan ikan dari tahun ke tahun, mulai dari sekarang kita harus kreatif berinovasi dan kreatif untuk menemukan bahan baku lokal sebagai pengganti bahan baku impor tersebut. Di sinilah GERPARI muncul sebagai salah satu solusi untuk membantu para pembudidaya dalam menyediakan pakan ikan yang murah namun berkualitas,” ungkap Slamet.

Untuk mendukung program itu, kata Slamet, pemerintah pada tahun 2015 ini telah menggelontorkan dana sebesar Rp5,8 miliar. Angka itu akan ditingkatkan menjadi Rp120 miliar di tahun 2016 mendatang. Peningkatan dana itu, kata dia, akan digunakan untuk membantu para kelompok pakan ikan mandiri atau POKANRI dalam hal mesin pakan, distribusinya sampai dengan pengujian pakan yang dihasilkan.

“Kita harapkan, pakan ikan yang dihasilkan oleh POKANRI tersebut sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan berkualitas,” harap Slamet.

Selain itu, kata dia, pihak DJPB juga akan melakukan penilaian terhadap semua POKANRI, dari segi kreativitas, kontinuitas, konsistensi, kualitas dan juga pengembangan usahanya. Dengan demikian, Slamet berharap, akan mendorong munculnya POKANRI yang berprestasi.

“Kami juga mengharapkan pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan bimbingan dan pembinaan,” tegas Slamet.

Slamet menambahkan, semua bantuan yang diberikan oleh pemerintah ini bukan merupakan subsidi, tetapi merupakan stimulan untuk menggugah semangat masyarakat. “Ini juga sebagai bentuk kepedulian pemerintah melalui KKP dalam meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang perikanan budidaya. Dengan masyarakat yang sejahtera, maka kemandirian akan semakin terwujud,” pungkas Slamet.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *