Gerakan Sejuta Masker Kain, Siaga Covid-19 Model Kelurahan Loji, Kota Bogor

Sosialisasi untuk melakukan social dan physycal distancing di kawasan Kelurahan Loji, Kota Bogor (dok. kelurahan loji)

Bogor, Villagerspost.com – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia telah memunculkan berbagai inisiatif dari pemerintah, khususnya di level desa dan kelurahan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar wabah tersebut tidak menyebar di lingkungan desa/kelurahan. Salah satunya yang dilakukan oleh pemerintah Kelurahan Loji, Kota Bogor, yang melaksanakan “Gerakan Sejuta Masker Kain”.

Gerakan ini sendiri merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi Ketua TP PKK Kota Bogor, yang kemudian pada tingkat kelurahan dieksekusi oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Loji. Lurah Loji Iftauddin mengatakan, TP PKK Kelurahan Loji, Kota Bogor berupaya berkontribusi dalam gerakan melawan Covid-19.

“Kegiatan pertama mendukung imbauan pemerintah untuk mempromosikan masker kain untuk semua dan gerakan sejuta masker kain, TP PKK Loji membagikan masker kain gratis kepada seluruh kader posyandu dan posbindu juga kepada satpam, dan warga yang masih harus bekerja di luar rumah,” ujar Iftauddin kepada Villagerspost.com, Selasa (7/4).

Gerakan ini sendiri, kata Iftauddin, merupakan bagian dari kebijakan dan program yang sudah ditetapkan pihak kelurahan sesuai kebijakan pemerintah Kota Bogor dan arahan Presiden terkait kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana diatur pada PP No.21 Tahun 2020. Salah satu kebijakan utama yang diterapkan adalah membentuk RW Siaga Corona di seluruh RW di Kota Bogor.

Tujuan gerakan ini adalah untuk mengajak seluruh masyarakat agar tergerak untuk menggunakan masker kain tanpa kecuali, agar tak terpapar virus Corona. “Targetnya adalah menurunkan kurva Covid-19 di kota Bogor,” tegas Iftauddin.

Poster Gerakan Sejuta Masker Kain yang digerakkan ibu-ibu PKK Kelurahan Loji, Kota Bogor (dok. kelurahan loji)

Selain mengajak masyarakat menggunakan masker kain, tujuan “Gerakan Sejuta Masker Kain” lainnya adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa masker bedah hanya boleh digunakan untuk tenaga kesehatan atau saudara-saudara kita yang sakit. Kemudian, gerakan ini juga bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, sehingga terjadi pergerakan ekonomi di masyarakat, dan mengurangi limbah medis (ramah lingkungan).

Gerakan ini memiliki hashtag #BikinPakaiDonasiMaskerKain. “Artinya, masyarakat yang bikin, masyarakat yang pakai, peran masyarakat juga untuk berdonasi,” jelas Iftauddin.

Donasi dalam Gerakan Sejuta Masker Kain ini ada beberapa pilihan. Pertama, donasi dalam bentuk uang (akan dipergunakan membayar upah jahit untuk masyarakat). Kedua, donasi dalam bentuk kain (akan didistribusikan Ke masyarakat yang menjahit masker). Ketiga, donasi dalam bentuk tenaga (relawan yang membuat masker tanpa dibayar). Keempat, donasi dalam bentuk masker kain yang sudah jadi.

“Pendataan jumlah penjahit dan pendistribusian kain bekerja sama dengan PKK Kecamatan, PKK Kelurahan atau Dasa Wisma, dan penanggung jawab pendistribusian kain adalah Ketua TP PKK Kecamatan,” tegas Iftauddin.

Pembatasan akses keluar-masuk kawasan perumahan di wilayah Kelurahan Loji, Kota Bogor (dok. kelurahan loji)

Sementara untuk pendistribusian masker bekerja sama dengan aparatur wilayah, Camat/Lurah/RW/RT, dan penanggung jawab pendistribusian ini adalah Lurah setempat. “Masker diprioritaskan bagi masyarakat yang harus keluar rumah. Kami bekerjasama dengan Solidaritas Bogor dan Yayasan Cinta Keluarga Indonesia, sebagai pintu masuk para donatur,” jelasnya.

Dalam produksinya, untuk 1 meter kain bisa dipakai untuk memproduksi 12 buah masker kain. Dalam satu hari kerja selama 7 jam, satu penjahit bisa menghasilkan 25 buah masker kain. “Setiap pembagian masker disertai dengan cara pakai masker, cara cuci masker, dan imbauan jaga jarak dan sering cuci tangan,” jelasnya.

Untuk di tingkat kelurahan sendiri, setelah membentuk RW Siaga Corona (Covid-19), aparat kelurahan kemudian melakukan sosialisasi pencegahan penyebaran Covid-19 bersama Pengurus RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kader PKK, Pengurus LPM dan seluruh potensi masyarakat yang ada. Langkah kedua, membatasi pergerakan keluar masuk warga, termasuk memonitor tamu dan orang yang tidak berkepentingan berada di wilayah masing-masing. “Kami juga memasang spanduk RW Peduli Corona dan menggiatkan Siskamling,” jelas Iftauddin.

Pembatasan akses keluar masuk di lingkungan perumahan warga di Kelurahan Loji (dok. kelurahan loji)

Ketiga, melakukan pemetaan dan pendataan masyarakat terdampak dan membuat daftar di luar Database Kemiskinan Kota Bogor, atau di luar penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Keempat, menyiapkan langkah pengamanan ketersediaan bahan pokok, bahan bakar dan air minum bagi warga dengan mengkalkulasi seluruh risiko dan solusi, apabila diterapkan pembatasan dalam jangka waktu tertentu.

“Langkah kelima, memberdayakan seluruh potensi masyarakat untuk menerapkan prinsip gotong royong, solidaritas antar warga, peduli sesama, peduli tetangga dan tolong menolong,” papar Iftauddin.

Instruksi keenam ialah melarang kegiatan sosial dan keagamaan, yang menimbulkan kerumunan sehingga berdampak penularan Covid-19. Ketujuh, terus melaksanakan instruksi Presiden Jokowi agar melakukan aktivitas belajar, bekerja dan beribadah dari rumah masing-masing. Terakhir, terus menjaga kebersihan lingkungan dan lindungi diri dengan masker, hand sanitizer, jaga jarak sosial yang aman dan tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan.

Dalam rangka itu, pihak kelurahan mengintensifkan koordinasi dengan para RW, dan Puskesmas. “Puskesmas yang akan melakukan pemantauan warga dengan status ODP (orang dalam pengawasan) sesuai prosedur,” katanya.

Iftauddin menegaskan, kondisi di Kelurahan Loji cukup kondusif. Namun masih terdapat warga yang menganggap situasi ini sebagai hal biasa sehingga tidak patuh terhadap imbauan untuk tetap di rumah. Warga yang tinggal di kompleks-kompleks cenderung lebih aware dan proaktif melakukan tindakan-tindakan pencegahan seperti pembatasan akses keluar masuk komplek, penyemprotan disinfektan secara mandiri maupun bantuan dari beberapa lembaga

Selain itu, pihak kelurahan bersama masyarakat juga menggalang donasi melalui program Hiji Ku Dua yaitu 1 kepala keluarga (KK) mampu menolong 2 KK yang tidak mampu melalui pembelian kupon sembako senilai Rp200.000. “Alhamdulillah sudah terkumpul sebanyak 80 paket sembako yang akan dibagikan kepada warga dhuafa di Kelurahan Loji,” pungkas Iftauddin.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *