GPN-IPB Luncurkan Padi Gogo IPB 9G, Maksimalkan Potensi Lahan Kering

Padi gogo IPB 9G (dok. gerakan petani nusantara)

Bogor, Villagerspost.com – Gerakan Petani Nusantara (GPN) bersama IPB University meluncurkan benih unggul IPB 9G, Senin (5/4) lalu. Benih ini merupakan benih padi yang mampu tumbuh baik di lahan kering.

“Gerakan Petani Nusantara (GPN) menyadari potensi yang lahan kering sangat penting sebagai salah satu penopang pemenuhan pangan nasional,” kata Ketua Umum GPN Suryo Wiyono, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Badan Pusat Statistik (2010) mencatat, lahan kering di Indonesia mencapai 63,4 juta hektare yang melingkupi lahan pekarangan, tegalan/kebun/ladang/huma, padang rumput, dan lahan yang sementara yang tidak diusahakan.

Khusus untuk lahan berupa tegalan/huma memiliki luas 13,4 juta hektare. Pada tahun 2019, Kementerian ATR/BPN melaporkan luasan lahan padi ladang hingga 1,24 juta hektare.

Sayangnya, kata Suryo, rata-rata produktivitas padi lahan kering di Indonesia masih berkisar pada 4 ton/hektare bahkan lebih rendah. “GPN memandang peluang peningkatan produksi dengan pendekatan teknologi dapat menjadi jawaban permasalahan diatas,” jelasnya.

Karenanya, GPN berupaya memperkaya literasi petani terhadap potensi lahan kering, termasuk di dalamnya meningkatkan kapasitas petani dalam mengadopsi teknologi baru. “Salah satu tenologi yang diperkenalkan adalah benih padi unggul untuk lahan kering,” jelas Suryo.

Untul itu, GPN bekerjasama dengan Dr. Ir. Hajrial Aswidinnoor, M.Sc seorang pemulia tanaman padi berupaya mendiseminasikan varietas unggul padi gogo IPB 9G kepada petani.

Varietas padi gogo IPB 9G telah resmi dilepaskan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 335/Kpts/TP.030/5/2017 dengan potensi hasil 9,09 ton/ha dan rata-rata hasilnya 6,09 ton/ha dengan tekstur nasi yang pulen.

Kegiatan literasi dan uji coba teknologi benih padi gogo ini dilakukan di empat kabupaten di antaranya Kabupaten Pati, Blora, Gunung Kidul, dan Bojonegoro. Sejumlah benih padi telah dikirimkan kepada petani pada tanggal 29 Maret 2021.

“Kegiatan ini diharapkan juga menjadi tonggak awal bagi GPN untuk menjadi jembatan diseminasi teknologi dan inovasi perguruan tinggi kepada petani di masa mendatang,” pungkas Suryo.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *