Greenpeace: Investor Besar Jauhi APRIL Karena Kerusakan Hutan | Villagerspost.com

Greenpeace: Investor Besar Jauhi APRIL Karena Kerusakan Hutan

Aksi duka cita aktivis Greenpeace atas rusaknya lahan gambut (Dok. Greenpeace)

Aksi duka cita aktivis Greenpeace atas rusaknya lahan gambut (Dok. Greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Bank multinasional Santander memutuskan untuk menghentikan pembiayaan kepada perusahaan kertas dan bubur kertas Asia Pacific Resources International Ltd atau yang dikenal dengan APRIL terkait perusakan hutan hujan Indonesia. Greenpeace Indonesia dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Kamis (26/2) menyatakan, APRIL adalah salah satu penyebab utama deforestasi di Indonesia yang menggunduli hutan hujan untuk dijadikan kebun kayu akasia.

Beberapa organisasi lingkungan juga menuduh APRIL melanggar peraturan terkait kehutanan, menyebabkan konflik dengan masyarakat lokal, serta gagal melindungi hutan dalam kebijakan perusahaannya. Kampanye Greenpeace akhirnya berhasil membuat pihak Santander, yang memiliki 100 juta nasabah di seluruh dunia mengeluarkan pernyataan resmi setelah menerima ribuan pernyataan kekecewaan dari nasabah.

“Berdasarkan analisa internal, Banco Santander telah memutuskan untuk tidak memperbaharui pembiayaan kepada APRIL dan tidak akan memperpanjang rencana pembiayaan lebih lanjut pada tahap ini. Pembiayaan pada masa mendatang pun akan bergantung pada langkah-langkah keberlanjutan yang diambil APRIL guna menjawab keterlibatan perusahaan terhadap deforestasi,” demikian siaran pers Banco Santander, Kamis (26/2).

Terkait hal ini, Zulfahmi, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia mengatakan pihaknya sangat gembira mendengar Santander telah bergabung dengan banyak perusahaan lain untuk melawan kegiatan deforestasi yang dilakukan APRIL. Banyak pembeli kertas skala besar juga telah membatalkan kontrak dikarenakan alasan yang sama.

“Pernyataan pihak Santander memberikan pesan yang jelas bahwa deforestasi yang dilakukan APRIL tidak dapat diterima. Pernyataan tersebut juga mendesak bank lain yang terlibat pembiayaan dengan APRIL seperti Credit Suisse dan ABN Amro untuk segera mengambil komitmen yang sama,” kata Zulfahmi.

Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia Yuyun Indradi menambahkan, kini sudah saatnya bank-bank di Indonesia mengetatkan aturan pembiayaan agar likuiditas tidak berakhir pada perusakan hutan. “Partisipasi publik untuk berkampanye terhadap Santander membuktikan bahwa masyarakat mendukung pemerintah Indonesia untuk mengakhiri deforestasi,” tegas Yuyun.

Karena itu, kata dia, Greenpeace mendukung kesepakatan baru antara Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait pembiayaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup. Akan tetapi proses keselarasan (harmonization) kebijakan keuangan dan lingkungan hidup akan perlu waktu, sementara hutan Indonesia sedang terancam.

“Makanya menjadi sangat penting untuk presiden Jokowi memperpanjang dan memperkuat moratorium hutan sebelum berakhir pada bulan Mei mendatang,” ujar Yuyun.

Pihak Greenpeace dan Santander akan melakukan pertemuan pada Kamis di London untuk mendiskusikan detil dari komitmen Satander tersebut.

Terkait hal ini Villagerspost.com telah mencoba menghubungi pihak APRIL untuk mendapatkan tanggapan atas isu tersebut. Pihak APRIL sendiri telah menjanjikan akan memberikan tanggapan lengkap dalam waktu dekat. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *