Grobogan Siap Panen Jagung, Pemerintah tak Perlu Impor

Jagung untuk bahan baku pakan ternak. (dok. kemendagri.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Salah satu lumbung jagung nasional, Kabupaten Grobogan bakal memasuki panen raya dalam dua pekan mendatang. Bupati Grobogan Sri Sumarni mengatakan, panen jagung dalam jumlah yang cukup besar di Kabupaten Grobogan diperkirakan akan berlangsung mulai minggu kedua bulan Februari mendatang.

Di Grobogan, setidaknya terdapat areal pertanaman jagung seluas 41.035 Ha yang akan panen dan diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton. Karena itu, menurut Sri, tidak ada alasan bagi pemerintah untuk melakukan impor jagung.

“Produksi jagung di Kabupaten Grobogan sangat besar. Kami mewakili petani di Kabupaten Grobogan menyampaikan tidak ada alasan untuk impor jagung. Biarlah petani menikmati harga tinggi,” ujarnya, Jumat (1/2).

Grobogan selama ini menyumbang 29,3 % dari produksi jagung Jawa Tengah dan 2,8 % untuk nasional. Produksi yang besar di Kabupaten Grobogan tersebut, sekaligus menjadi bukti bahwa potensi produksi jagung dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Untuk saat ini, wilayah yang sudah mulai melakukan panen adalah di di desa Telawah, Kecamatan Karangrayung. Panen dilakukan di areal pertanaman jagung seluas 190 hektare dari luasan panen saat ini se-Kecamatan Karangrayung sebesar 4.126 Ha.

“Bisa kita lihat bersama kualitas jagung yang dihasilkan sangat bagus, saat ini harga jagung di tingkat petani sangat menggembirakan dengan kisaran diatas Rp5.000 per kg pipil kering. Harga ini merupakan harga tertinggi yang pernah diterima petani, sehingga kami berharap kebijakan pemerintah Pusat agar tetap memperhatikan petani jagung,” ujar Sri Sumarni.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Edhie Sudaryanto dalam kesempatan ini membantah dengan tegas adanya pihak-pihak yang menyebutkan saat ini tidak ada panen jagung. “Faktanya, jagung di Kabupaten Grobogan sedang memasuki musim panen. Siapa bilang tidak ada panen,” ujarnya.

Menurut Edhie panen raya jagung di Grobogan diperkirakan pada bulan Pebruari 2019 seluas 41.035 Ha. Dari panen ini diperkirakan akan menghasilkan produksi jagung sebanyak 246.210 ton.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan, suplai jagung dari Jawa Tengah maupun Grobogan cukup bagus. “Suplai dari Grobogan dan Jawa Tengah sudah bisa memenuhi kebutuhan peternak besar dan kecil. Minggu depan sampai Maret akan terus dilakukan panen diberbagai propinsi,” ujar Agung.

Dalam kesempatan ini juga telah disepakati pembelian jagung oleh GMPT dan petani dengan harga Rp.5.200/kg kadar air 35%. Pihak GMPT menyangupi untuk membeli jagung petani berapapun jumlahnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *