Gubernur Papua Barat Ditahbiskan Sebagai “Gubernur Konservasi” | Villagerspost.com

Gubernur Papua Barat Ditahbiskan Sebagai “Gubernur Konservasi”

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan (kiri) menerima penghargaan dari CEO Conservation International Dr. M Sanjayan, di Los Angeles, California (dok. conservation international)

Jakarta, Villagerspost.com — Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan ditahbiskan sebagai “Gubernur Konservasi” melalui penghargaan sebagai Pahlawan Konservasi Global atau Global Conservation Hero yang diberikan oleh Conservation international (CI). Anugerah tersebut diberikan dalam acara malam penganugerahan (gala dinner) di Milk Studios, Kota Los Angeles, California, Amerika Serikat pada hari Sabtu malam (8/6) waktu setempat.

Penghargaan itu diberikan kepada Gubernur Dominggu karena dinilai memiliki berkomitmen yang kuat untuk melaksanakan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan serta melestarikan lingkungan hidup di provinsi Papua Barat. “Penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan dunia internasional atas upaya Pemerintah Provinsi Papua Barat dalam menjaga hutan, laut serta menjamin pemenuhan hak-hak masyarakat asli Papua Barat dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan,” ujar Dominggus dalam keterangan tertulis kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Los Angeles, hari Senin (10/6) yang diedarkan kepada media.

Salah satu keberhasilan yang bersejarah pada masa pemerintahan Gubernur Dominggus adalah penerbitan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) tentang Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Papua Barat yang telah disahkan DPRD Papua Barat tanggal 20 Maret 2019 lalu. Perda yang juga dikenal dengan nama “Perdasus Provinsi Konservasi” ini, merupakan yang pertama di Indonesia dan bahkan di dunia untuk tingkat provinsi.

Di dalam Perdasus Provinsi Konservasi itu dinyatakan bahwa Papua Barat menetapkan minimal 50 persen dari wilayah lautnya sebagai kawasan konservasi perairan dengan 20% diantaranya masuk dalam zona larangan tangkap (no take zone), memperketat berbagai perizinan untuk perkebunan skala besar, secara eksplisit menyebutkan kebutuhan mengembangkan ekonomi hijau, memperbesar akses pemanfaatan dan bagi hasil sumberdaya alam untuk masyarakat adat.

CEO Conservation International Dr. M. Sanjayan pada kesempatan acara gala dinner itu mengungkapkan, dengan komitmen kuat dari Dominggus dan seluruh jajaran pemerintahan Papua Barat serta masyarakatnya, maka ia mengharapkan setidaknya 70 persen lahan di sana akan dilindungi untuk masa depan. Harapan itu untuk memastikan komitmen para pemimpin daerah di Papua Barat yang dituangkan dalam ‘Aspirasi Teminabuan’ pada tanggal 30 April 2019.

Di dalam dokumen tersebut, Gubernur beserta seluruh Bupati dan Walikota seProvinsi Papua Barat sepakat melindungi 70 persen luas daratan Papua Barat untuk kepentingan pelestarian ekosistem penting. Papua Barat memang dikenal salah satu pusat keanekaragaman hayati tertinggi di Bumi, yang berada di jantung segitiga terumbu karang dunia (world coral triangle).

Sekitar 75% dari seluruh spesies karang keras (hard coral) dunia ditemukan di perairan Papua Barat., lebih dari 1.000 jenis ikan karang dan 700 jenis moluska. Oleh karena itu, sejak 15 tahun lalu CI Indonesia dan berbagai organisasi konservasi alam aktif membantu pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melindungi perairan di provinsi ini. Sampai awal tahun 2019, Papua Barat memiliki 4,6 juta hektare Kawasan Konservasi Perairan (Marine Protected Area) atau lebih dari 25% target luas MPA nasional pada tahun 2020.

Di darat, hampir 90% wilayah Papua Barat masih merupakan kawasan hutan dan pemerintah daerah telah berkomitmen untuk mempertahankan setidaknya 70% kawasan hutan mereka yang terdiri dari ekosistem penting seperti lahan basah, mangrove, dan hutan dataran rendah yang kaya nutrisi, keanekaragaman hayati, produk non-kayu, dan fungsi-fungsi perlindungan alam untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat provinsi tersebut.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *