Hadapi Era Revolusi Industri 4.0, Petani Jawa Tengah Belajar Digital Marketing

Para petani peserta pelatihan digital marketing, tekun menyimak pemaparan dari pemateri (villagerspost.com/suharjo)

Semarang, Villagerspost.com – Menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin maju, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah pun tergerak untuk mengajak para petani agar tak gagap dalam memanfaatkannya, khususnya untuk memasarkan hasil pertanian. Untuk itu, pada tanggal 14-16 November lalu, pihak dinas menggelar pelatihan digital marketing produk pertanian.

Pelatihan digital marketing yang digelar di Hotel Siliwangi, Semarang itu, bertujuan untuk melatih petani menghadapi revolusi industri 4.0. Peserta yang mengikuti pelatihan adalah petani petani di Jawa Tengah yang pada kesempatan ini adalah dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan para penyuluh swadaya dari Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Brebes, Tegal, Klaten, Pekalongan, Pemalang, Kendal, dan Batang.

Amprianto, MM., pegiat digital marketing produk pertanian yang menjadi pelatih bagi para petani dalam kesempatan itu mengatakan, evolusi digital marketing berkembang mulai dari website, sosial media (instagram, facebook, twitter) hingga ke market place seperti bukalapak, shopee, dan lain-lain. “Sekarang juga ada fintech (financial technology), untuk memperoleh pembiayaan yang mudah dan dapat diakses lewat internet,” ujarnya.

Menurut Amprianto, dari berbagai pilihan platform digital marketing di atas akan populer hanya sampai pada tahun 2020 saja. “Pada tahun selanjutnya mungkin akan lebih canggih lagi, maka dari itu jika petani tidak mengupdate pengetahuannya maka di era revolusi industri ini maka akan jadi korban perkembangan teknologi saja,” tegas owner dari kampung online dan masjid berdaya ini.

Peserta pelatihan digital marketing bagi petani juga berkesempatan belajar tentang pengemasan hasil produksi (villagerspost.com/suharjo)

Petani, kata Amprianto, harus terus mengupdate informasi tentang perkembangan teknologi yang berkembang. “Dan juga dalam pengelolaannya harus perlu penanganan dari hulu ke hilir mulai dari pra produksi sampai pasar sampai ke konsumen,” jelasnya.

“Revolusi industri 4.0 menjadi tantangan yang nyata bagi petani, petani harus menyesuaikan kondisi yang ada, mulai dari transaksi tanpa uang langsung, kecepatan arus transaksi. Jika petani tidak menyesuaikan maka akan menjadi korban revolusi industri 4.0,” papar Amprianto.

Selain pelatihan di dalam kelas, para petani juga melakukan kunjungan ke Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). Dalam kesempatan itu, para petani berkunjung ke P4S Tani Merbabu, di Desa Sumberejo, Ngablak, Magelang. Kelompok ini disambangi untuk tempat belajar, karena sudah memanfaatkan digital marketing yaitu dengan aplikasi “Rego Pantes”.

Suratman, dari P4S Tani Merbabu mengatakan, untuk bekerjasama dengan pihak luar, khususnya terkait dengan penyedia jasa digital marketing perlu ada beberapa hal yang diperhatikan dan dijaga. Hal tersebut adalah, kualitas, kuantitas, kontinuitas dan yang lebih penting lagi tepat waktu.

“Juga harus diperhatikan sistemnya yaitu adanya titik koordinat dan titik kumpul. Titik koordinat ini adalah lokasi lahan budidaya, sedangkan titik kumpul adalah lokasi berkumpulnya hasil pertanian yang di kumpulkan di suatu titik yang lokasi tersebut produk pertanian sudah dikemas dan siap dipasarkan ke Jakarta,” jelasnya.

Kerjasama dengan penyedia jasa digital marketing juga mengedepankan transparansi, misalnya salah satunya soal harga/ “Tentang harga sudah tertera di aplikasi maka petani dan konsumen tahu harganya sehingga petani merasa harganya tinggi sedangkan konsumen merasa harganya rendah karena harga langsung dari petani,” jelasnya.

Menanggapi perhelatan pelatihan digital marketing bagi petani ini, Agus Priyanto dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah mengatakan, kegiatan itu akan berlanjut di setiap kabupaten. “Tentunya jika memang anggaran dan usulan disetujui di tahun depan,” tegasnya.

Laporan/Foto: Suharjo, Petani Muda Desa Sidamulya, Brebes, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *