Harga Beras Medium Masih Bergejolak

Stok beras di gudang Bulog. (dok hargajateng.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Meski beras impor sudah masuk sebanyak 1,8 juta ton, ditambah surplus produksi beras sebanyak 2,85 juta ton (berdasarkan data Badan Pusat Statistik), namun harga beras medium di pasaran belum juga mau turun. Kamis (22/11) tercatat, harga beras medium di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), masih di kisaran Rp9.200-Rp10.300. Masih lebih tinggi dari harga sebelumnya yang di angka Rp8.500-Rp8.700 per kilogram.

Menurut para pedagang beras di PIBC, kenaikan harga beras medium ini dipicu kenaikan harga gabah yang mencapai Rp5.500 per kilogram dari sebelumnya Rp3.800 per kg. Kondisi kenaikan harga beras medium ini, menurut para pedagang sudah berlangsung selama tiga minggu ini.

Untuk meredakan gejolak harga beras medium ini, Perum Bulog bersama PT Food Station hari ini menggelar operasi pasar dengan menggelontorkan beras medium hingga mencapai sebesar 6.000 ton setiap minggunya. Direktur Utama PT Food Station Arief Prasetyo Adi mengatakan, untuk hari pertama operasi pasar, Kamis (22/11) digelontorkan sebanyak 100 ton.

“Hari ini ada 100 ton lalu ada tambahan hingga 2.000 ton. Minggu depan kami akan mulai di 5.000 sampai 6.000 ton per minggu,” kata Arief di PIBC. Dia mengatakan, operasi pasar ini merupakan komitmen pihaknya bersama Bulog untuk menstabilkan harga yang cenderung meningkat.

Arief menerangkan, beras medium operasi pasar ini akan dijual di angka Rp8.500 per kilogram di PIBC dan dijual di angka Rp9.000 per kilogram di PD Pasar Jaya. “Semoga ini bisa mendorong harga beras turun di bawah HET itu Rp9.450 per kg,” kata Arief.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh mengatakan akan terus mendukung operasi pasar yang dilakukan selama dibutuhkan. Stok beras di gudang Bulog sendiri ada sebanyak 2,4 juta ton. “Kita akan turunkan (beras operasi pasar) selama dibutuhkan. Di gudang ini cukup, ada 2,4 juta ton,” ujarnya.

Selain PT Food Station dan Bulog, Satgas Pangan juga turun tangan memantau operasi pasar beras medium ini. Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Polisi Listyo Sigit mengatakan, pemerintah menginginkan agar harga beras kembali normal. Kami dari Polri bekerja sama dengan stakeholder sepakat, kami akan kerja sama, harga beras akan segera normal dan mencapai sasaran, masyarakat yang memang membutuhkan beras ini,” kata Listyo Sigit.

Listyo mengatakan kehadirannya untuk memastikan distribusi beras medium ini berjalan dengan baik. Listyo optimistis terhadap stabilitas harga beras karena tahun ini Bulog memiliki stok yang lebih dari tahun-tahun sebelumnya. “Kami harapkan pelaksanaan ini bisa maksimal dan keluhan segera teratasi. Karena stok kita sangat cukup, paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Ketua Satgas Pangan yang juga Karo Binops Bareskrim Polri Kombes Nico Afinta mengatakan, pihaknya dan seluruh stakeholder yang terlibat telah berulang kali mengadakan pertemuan. Pertemuan tersebut guna membahas ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan fluktuasi harga. Menurutnya, kehadiran Satgas Pangan cukup kuat untuk memastikan tidak adanya penyimpangan terkait harga dan stok beras untuk masyarakat.

Dia pun menjelaskan salah satu cara Satgas Pangan mengawasi distribusi beras ke masyarakat, agar tak menyimpang. “Kami dibentuk dari mulai tingkat Mabes sampai tingkat polres, polsek. Sehingga kami akan bersama stakeholder dan pedagang mengawasi, Bulog sudah menetapkan aturan sebelum mengedarkan ke pasar dalam jumlah besar, yaitu pedagang melaporkan misalnya di pasar sini ada 38 downline (pasar turunan),” terang Nico

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *