Harga Gabah Rendah, Petani Subang Menjerit

Panen padi di Subang, Jawa Barat (dok. jabarprov.go.id)
Panen padi di Subang, Jawa Barat (dok. jabarprov.go.id)

Subang, Villagerspost.com – Panen padi di daerah Subang, Jawa Barat tahun ini sebenarnya cukup menggembirakan. Sayangnya, panen yang bagus ini ternyata belum bisa menjamin kesejahteraan petani. Pasalnya, harga gabah yang dibeli Bulog masih terlalu rendah, bahkan petugas Bulog cenderung cuek melayani petani, sehingga petani Subang pun menjerit.

Hal itu dikemukakan politis PDIP TB Hasanuddin saat melakukan kunjungan ke wilayah itu dalam masa reses, Selasa (1/11). Hasanuddin mengatakan, Subang adalah salah satu lumbung padi di Jawa Barat dengan luas sawah mencapai 86.000 hektare. Sayangnya, saat ini petani masih kesulitan karena harga gabah yang rendah

“Bulog tidak membeli gabah sesuai dengan harga ekonomis, sehingga petani menangis. Gabah ketan yang biasa Rp10 ribu/kg, jatuh menjadi Rp3 ribu/kg. Ini harus menjadi perhatian dari Bulog,” ujar Hasanuddin.

Padahal, menurut TB Hasanuddin, keresahan para petani terhadap minimnya infrastruktur pertanian, bibit, dan pupuk sudah diselesaikan secara baik oleh Dinas Pertanian. Bahkan, Menteri Pertanian pun sering turun langsung ke lapangan. Buktinya, sambung TB Hasanuddin, hasil panen padi di tiga Kecamatan yang dikunjungi TB Hasanuddin cukup memuaskan.

“Hasil laporan panen padi petani di tiga kecamatan, yakni di Purwodadi, Dawuan, dan Ciasem cukup menggembirakan. Petugas pertanian sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Para petani sudah mendapatkan sarana produksi yang cukup. Gabah termasuk gabah ketan sekarang berlimpah. Mereka¬† menyampaikan apresiasi pada Dinas Pertanian,” tutur TB Hasanuddin.

Namun, keberhasilan petani dalam memanen hasil tanam padinya dengan bantuan alat produksi, bibit, dan pupuk dari Dinas Pertanian yang mumpuni belumlah cukup untuk mensejahterakan petani tanpa diimbangi oleh harga pembelian gabah yang wajar dari Bulog.

“Bila Bulog tak membantu, maka swasembada pangan ditingkat nasional akan sia-sia,” pungkas TB Hasanuddin. (*)

Ikuti informasi terkait harga gabah >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *