Harga Garam Anjlok, DPR Ajak Pelaku Usaha Kerjasama Dengan Petani

Garam produksi tambak rakyat (dok. ipqi.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Harga garam kembali mengalami penurunan tajam. Garam rakyat di tingkat petani saat ini menyentuh harga Rp750-Rp900 per kilogram, dan diperkirakan akan terus merosot pada musim panen raya yang akan jatuh pada November mendatang.

Untuk mengatasi merosotnya harga garam ini, anggota Komisi IV DPR RI Agung Widyantoro mengajak para pelaku usaha agar bekerja sama dengan petani garam untuk menekan harga garam. Agung mengatakan, langkah progresif tersebut perlu dilakukan untuk membantu menstabilkan harga garam, terutama ketika jelang panen raya.

Merosotnya harga garam ini, kata Agung, juga harus menjadi perhatian Pemerintah, khususnya Presiden. “Kalau kita mengakui negara kita adalah kepulauan, mempunyai hamparan pantai yang cukup untuk produksi garam, maka pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih progresif,” ungkap Agung di sela-sela Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta , Senin (17/6).

Politikus Partai Golkar itu memaparkan, langkah-langkah progresif yang dimaksud adalah pemerintah hadir untuk menjembatani antara investor atau pengusaha lokal agar melakukan kerja sama dengan petani garam. Misalnya di Kabupaten Brebes yang telah menerapkan sistem MoU tersebut. Alhasil, petani bisa sejahtera dan menikmati hasil panen.

Di sisi lain kebutuhan garam industri bisa terpenuhi. Ia yakin adanya kebijakan tersebut dapat menjawab salah satu tata kelola garam nasional. “Tidak begitu susah, pemerintah punya kewenangan yang lebih besar, karena itu gunakan kewenangan tersebut untuk mensejahterahkan rakyat,” kata mantan Bupati Brebes itu dengan optimis.

Para petani garam sendiri khawatir harga garam akan menyentuh titik terendah yaitu Rp500 per kilogram atau setara Rp20.000 per sak (isi 80 kilogram). Para petani garam berharap harga garam bisa mencapai antara Rp1000-Rp1500 per kilogram agar petani garam bisa mendapatkan keuntungan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *