Harga Jatuh Petani Tahan Gabah di Gudang

Petani menjemur gabah hasil panen (dok. litbang.pertanian.go.id)
Petani menjemur gabah hasil panen (dok. litbang.pertanian.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Musim panen raya padi ternyata belum membawa berkah bagi petani. Pasalnya harga gabah di tingkat petani saat ini justru jatuh di bawah angka Rp3.700/kilogram seperti yang ditetapkan pemerintah. Akibatnya banyak petani menahan gabah mereka di gudang sembari menunggu harga gabah membaik.

Melihat kondisi ini, anggota Komisi IV DPR Hamdani berharap, pemerintah bisa melakukan operasi lapangan ke gudang-gudang milik petani. “Kementerian atau pihak terkait harus melaksanakan operasi lapangan, jangan sampai petani-petani itu tidak menjual gabahnya, karena ini melanggar Undang-Undang,” kata Hamdani, di Jakarta, Rabu (6/4).

(Baca juga: Panen Raya di Sulsel, Pemerintah Siap Serap Gabah Petani)

Pemerintah memang sudah memerintahkan Bulog untuk membeli gabah petani sesuai HPP. Namun, kata Hamdani, banyak juga petani di beberapa Kabupaten yang menahan diri dan tidak menjual gabah hasil panennya.

Bahkan ada juga yang sengaja menjual ke tengkulak demi mendapatkan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan harga Bulog. “Selisih seribu atau beberapa ratus rupiah saja mereka tidak mau menjual ke Bulog, karena harga di Bulog standar konvensionalnya antara Rp7300 sampai Rp8000 (harga pembelian beras-red),” tutur Politisi F-P Nasdem dapil Kalimantan Tengah itu.

Dia menilai, operasi lapangan harus dilakukan oleh Bulog agar jangan sampai para petani melakukan penumpukan, karena hal tersebut merupakan pelanggaran. “Bulog harus mendatangi gudang-gudang milik petani, dan Bulog juga harus membina para petani itu, karena kalau pembinaan dari Dinas Pertanian di daerah itu kurang, maka mereka akan menjual gabahnya ke spekulan,” tegasnya.

Harga gabah di tingkat petani hingga saat ini memang masih jatuh. Di beberapa kabupaten berdasarkan data dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), harganya bahkan ada yang di bawah Rp3000/kg di tingkat petani. Di Sragen misalnya, harga gabah hanya sebesar Rp2700/kg dan paling tinggi Rp3000/kg.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengatakan, dari kunjungan kerja ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur diketahui, harga gabah di tingkat petani jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan di angka Rp3.700/kilogram.

Di beberapa wilayah, seperti di Cilacap, Banyumas, Purwokerto, Bantul, Slemen, Kebumen, Sragen, dan Ngawi, harga gabah bahkan berada di bawah Rp4000 per kilogram. Di Sleman misalnya, Amran menemukan harga gabah pada saat kunjungan hanya sebesar Rp3.400/kilogram gabah kering panen (GKP). Di Sragen harga gabah Rp3.400/kg, dan di Ngawi harganya Rp3.200/kg.

Kepada para petani, Amran berjanji akan memperjuangkan kenaikan harga gabah. “Kita sudah keliling selama lima hari ini pantau langsung ke lapangan, dan harga gabah masih di bawah HPP. Kasihan ini petani yang sudah lelah meningkatkan produksi, tapi harga belum bagus,” kata Amran usai berdialog dengan sejumlah petani di Ngawi, Jawa Timur, Rabu (2/3) lalu.

Ikuti informasi terkait harga gabah >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *