Harga Kopra di Asahan Kembali Bergairah, Pasca Pertemuan Petani Dengan Jokowi

Sembilan orang perwakilan petani kelapa/kopra Kabupaten Asahan mendatangi Istana Negara dan bertemu dengan Anggota Deputi V KSP Iwan Nurdin, membahas solusi jatuhnya harga kopra (villagerspost.com/feri anza zaina)

Tanjungbalai, Villagerspost.com – Harapan masyarakat Kabupaten Asahan agar harga kopra kembali bergairah terwujud, pasca dilaporkannya masalah penurunan harga komoditas andalan petani Asahan itu, kepada Presiden Joko Widodo, pada Minggu (7/4) lalu. Laporan tersebut disampaikan langsung oleh Asosiasi Petani Kelapa/Kopra Kabupaten Asahan kepada Jokowi, dalam kesempatan kunjungan Jokowi ke Kabupaten Asahan

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa/Kopra Abdul Gafur Ritonga mengatakan, kunjungan Jokowi ke Kabupaten Asahan dan menerima para petani kopra ini bukan suatu yang kebetulan. “Ini memang sudah direncanakan karena sebelumnya, kami juga sudah mengadukan masalah turunnya harga kopra ini ke Presiden melalui Kantor Staf Presiden,” kata Gafur kepada Villagerspost.com, Selasa (9/4).

Terencananya kunjungan itu, kata Gafur, terlihat dari adanya perubahan jadwal dimana seharusnya Jokowi justru pergi ke Surabaya. “Ini menandakan Presiden ingin berjuang bagi masyarakat petani melalui kopra atau petani kelapa,” tegas calon anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar itu.

“Pertemuan asosiasi kemarin dengan Presiden tindak lanjut laporan di Istana Januari lalu, Presiden mau jumpa langsung, semalam begitu Presiden turun dari helikopter di Stadion Mutiara, Dia langsung menanyakan asosiasi kopra untuk selanjutnya dilakukan pertemuan,” tambah pria yang akrab disapa AGR ini.

AGR memaparkan, pasca pertemuan dengan Jokowi, harga kopra mulai mengalami kenaikan. “Sebelumnya hanya Rp2.500, kini mulai naik menjadi Rp4.200 per kilogram, jelasnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, AGR menjelaskan, Jokowi meminta agar asosiasi dan masyarakat petani terus memantau dan mengawal harga kopra agar tidak anjlok. Jokowi, kata AGR, juga berjanji akan kembali mengundang para petani yang tergabung dalam asosiasi ke Istana, terkait usulan pembangunan kilang minyak kelapa di Seikepayang yang rencananya akan didanai melalui BUMN.

AGR dalam kesempatan itu juga menyarankan kepada warga Tanjungbalai dan Asahan agar bergabung dengan asosiasi dalam rangka untuk memperkuat organisasi dan pembentukan dewan pengurus desa. Presiden kata AGR, cukup perhatian kepada asosiasi kopra sehingga dapat langsung turun tangan untuk mengendalikan harga.

Sebelumnya, harga kelapa kopra di Asahan dan Tanjungbalai terus menurun sehingga meresahkan masyarakat yang sehari-hari bergantung kepada komoditi lokal tersebut. Akibatnya, petani memberanikan diri mendatangi Istana Kepresidenan untuk mengadukan nasib mereka kepada Presiden Joko Widodo pada Selasa 15 Januari lalu.

Para petani ketika itu diterima oleh Anggota Kantor Staf Presiden, Deputi V Bidang Agraria Iwan Nurdin. Di hadapan anggota KSP, perwakilan para petani kopra memaparkan berbagai persoalan yang dihadapi petani, termasuk dugaan adanya permainan mafia yang menjadi penyebab jatuhnya harga kopra.

Mereka juga memaparkan potensi pengelolaan kelapa yang bisa dikembangkan dan berharap ada perhatian pemerintah terhadap petani kelapa/kopra. Ketika itu, para petani kopra berharap presiden memberikan solusi terbaik karena saat ini petani kopra dan keluarganya terancam kelaparan karena kelapa tak lagi dipanen, akibat harganya yang rendah dan biaya panen yang tinggi.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *