Harga Obat Mencekik Orang Miskin, PBB Diminta Segera Bertindak | Villagerspost.com

Harga Obat Mencekik Orang Miskin, PBB Diminta Segera Bertindak

Petugas kesehatan memberikan obat kepada pasien di Azebaijan (dok. oxfamamerica.org)

Petugas kesehatan memberikan obat kepada pasien di Azebaijan (dok. oxfamamerica.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Oxfam menyambut baik dibukanya laporan terbaru terkait akses atas obat yang dilansir Panel Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) hari ini, Kamis (15/9). terkait laporan itu, Oxfam mengimbau PBB bekerjasama dengan pemerintah di berbagai negara untuk menerapkan rekomendasi yang diberikan dalam laporan tersebut tanpa adanya penundaan.

“Laporan tersebut mengena ke jantung masalah terkait akses atas obat-obatan. Aturan hak kekayaan intelektual yang didengungkan industri farmasi bertentangan dengan hak asasi manusia untuk menjadi sehat,” kata Direktur Eksekutif Oxfam Winnie Byanyima, dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (15/9).

Rekomendasi Panel Tinggi PBB terkait akses atas obat-obatan itu diantaranya adalah: Pertama, pemerintah harus memulai negosiasi baru untuk kesepatakan global baru terkait riset dan pengembangan obat berbasis hak asas manusia untuk sehat dan memisahkan pendanaan riset dan pengembangan dari harga produk obat. Kedua, meningkatkan pendanaan publik untuk riset dan pengembangan.

Ketiga, memastikan negara0negara memiliki kekuatan untuk melindungi akses mereka untuk mendapatkan obat murah di bawah aturan perdagangan internasional dan kesepakatan perdagangan bebas.

Byanyima mengatakan, jika dilaksanakan, rekomendasi dari laporan tersebut akan menyeimbangkan kembali sistem yang berlaku dan memastikan setiap orang memiliki akses untuk mendapatkan obat-obatan murah. “Akses atas obat murah bukan hanya masalah di negara-negara miskin. Harga obat-obatan yang tinggi telah melumpuhkan sistem jaminan kesehatan di seluruh dunia,” tambahnya.

Jutaan orang menderita dan sekarat karena obat-obatan yang mereka butuhkan harganya sangat mahal. “PBB harus bekerjasama dengan pemerintah untuk memastikan agar rekomendasi dari laporan tersebut segera dilaksanakan tanpa penundaan,” tegas Byanyima.

Di tahun-tahun belakangan ini, harga obat-obatan memang melambung secara dramatis. Misalnya, Portrazza, obat terbaru untuk mengobati kanker paru-paru, harganya bakal dipatok di angka US$11.430 untuk penggunaan sebulan atau sekitar US$1.870 setiap kali pemakaian.

Di Afrika Selatan, harga pil Linezolid untuk mengobati tuberculosis akut dihargai US$6,86 per butir. Harga itu tak bisa dijangkau kebanyakan warga miskin di sana sampai paten obat itu habis dan pemerintah bisa menyediakannya dengan harga jauh lebih murah.

Harga obat-obatan untuk mengobati Hepatitis C bisa mencapai lebih dari US$100 ribu per pasien. Di Perancis diperhitungkan, biaya untuk menyediakan obat bagi untuk mengobati seluruh pasien Hepatitis C di negara itu akan melampui anggaran tahun seluruh rumah sakit umum di Paris.

Kami memiliki pasien sebanyak 20 ribu jiwa dengan penyakit Hepatitis C.. biaya sebesar itu membuat klaim kesehatan menjadi membengkak. Jika kami terus begini, akan sangat mustahil bagi kami membayar klaim dari pasien untuk perawatan yang mereka jalani,” demikian surat pemerintah Belanda yang diserahkan kepada Panel Tinggi PBB terkait masalah obat-obatan.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *