Harga Pangan Masih Tinggi | Villagerspost.com

Harga Pangan Masih Tinggi

Operasi pasar oleh bulog untuk stabilkan harga (dok. bumn.go.id)

Operasi pasar oleh bulog untuk stabilkan harga (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Komisi IV melakukan berbagai kunjungan spesifik ke pasar-pasar tradisional dalam rangka mengecek fluktuasi harga pangan sepanjang bulan Ramadan ini dan juga menjelang hari raya Idul Fitri. Senin (21/6) kemarin tim kunjungan spesifik Komisi IV yang dipimpin Siti Hediati Soeharto mengunjungi pasar Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dari kunjungan itu, Komisi IV DPR mendapati fakta, janji pemerintah seperti yang diucapkan dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR untuk menjamin supply bahan pangan mencukupi, belum terpenuhi. Siti Hediati yang akrab disapa Mbak Titiek mengatakan, harga-harga pangan, khususnya sayur mayur masih melambung tinggi.

“Untuk itu, sekarang Komisi IV DPR menindaklanjutinya dengan melakukan kunjungan spesifik ke pasar Kramat Jati, untuk mengecek apakah betul harganya tidak ter-fluktuasi, kami juga ingin memastikan apakah supply nya cukup,” kata Titiek.

(Baca juga: Pemerintah Diminta Ciptakan Kantong Pangan di Daerah)

Dari hasil kunjungan itu didapatkan informasi, harga sayur mayur mengalami kenaikan sebesar 20 persen. Kenaikan harga tertinggi dialami komoditas cabai merah yang melonjak hingga 100 persen. “Kenaikan Kenaikan harga itu sewaktu-waktu dapat berubah tergantung dari pasokan dan wilayah distribusinya,” kata Titiek.

Karena itu, Komisi IV meminta agar pemerintah selalu menjaga pasokan agar tetap tersedia. “Pokoknya supply harus tetap ada karena kan ini rutin ya setiap bulan ramadhan menjelaang lebaran dari tahun ke tahun harga selalu naik, pemerintah harus antisipasi dan memperhatikan musim tandurnya agar saat bulan ramadhan tidak kekurangan supply-nya,” terang Titiek.

Usai meninjau Pasar Kramat Jati, rombongan Komisi IV DPR melanjutkan perjalanan menuju Kota Serang, Banten, guna memantau ketersediaan pangan menjelang lebaran tahun 2016 di pasar Induk Rauh. Di pasar Induk Rauh, tim Komisi IV menemukan adanya kenaikan pada daging sapi dari Rp80 ribu menjadi Rp120 ribu perkilonya.

Meski naik, kata Titiek, kenaikan itu masih dalam batas wajar. “Kenaikan daging sapi di pasar Induk Rauh masih cukup wajar, pasalnya menjelang hari raya Idul Fitri tahun ini pastinya permintaan masyarakat akan kebutuhan daging sapi cukup tinggi,” ujarnya.

Para pedagang di pasar Induk Rauh sendiri dalam kesempatan itu meminta kepada DPR untuk mendesak pemerintah agar bisa menurunkan harga daging terutama mendekati hari raya Idul Fitri. Menanggapi hal tersebut, Titiek meminta kementerian terkait untuk membenahi mata rantai distribusi khususnya daging sapi dan menyarankan peternak sapi lokal untuk membesarkan sapi jauh-jauh hari agar siap dipasarkan dan memenuhi kebutuhan puasa dan lebaran.

Pada sektor sayur-mayur, menurut Titiek,  masih stabil dan tidak mengalami kenaikan yang cukup signifikan. “Setelah kita pantau didalam tadi semua harga masih stabil, semua pedagang masih mematok harga seperti biasanya,” terangnya.

Ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan menambahkan, pihaknya berharap pemerintah agar selalu berkomunikasi. “Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk terus berkomunikasi agar bahan pangan selalu tersedia, dan saat lebaran harga-harga tidak melonjak terlalu tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo mengatakan, Komisi IV dalam kunjungan kerja spesifik ke Pasar Johar Karawang dan Pasar Sederhana, Bandung, mendapatkan fakta bahwa tata kelola pangan belum optimal dikelola sehingga perlu diperbaiki. Hal ini terkait adanya disparitas harga di tingkat petani dan harga di pasar yang cukup tinggi.

Harga di pasar jauh lebih tinggi daripada harga di tingkat petani seperti cabai dan bawang merah. Untuk bawang merah misalnya, di tingkat petani harganya hanya sekitar Rp8000 per kilogram, namun di pasar harganya melonjak hingga Rp18 ribu. “Siapa yang menikmati 10 ribu?”, tanyanya serius.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Herman Khaeron menambahkan, pada umumnya harga pangan berada pada posisi stabil akan tetapi  posisinya stabil tinggi. Pada umumnya yang mengalami kenaikan adalah daging, ayam dan ikan. Daging sendiri masih pada posisi harga Rp120.000/kg baik di Pasar Johar Karawang maupun Pasar Sederhana Bandung.

Lebih lanjut Herman Khaeron mengatakan, sesusungguhnya pasar menjadi domainnya Kementerian Perdagangan. Sedangkan untuk ketersedian pangan Komisi IV menilai bahwa stok komoditas pangan mencukupi. “Cukup, sampai lebaran pun cukup, supply-nya masih cukup walaupun ada fluktuasi harga,” tegasnya.

Intinya, kata Herman, harus ada sinergi yang baik antara produsen (Kementerian Pertanian) dan penyalur (Kementerian Perdagangan). Untuk itu, Komisi IV berencana melakukan rapat kerja gabungan dengan Komisi VI karena Kementerian Perdagangan merupakan mitra kerja Komisi VI. (*)

Ikuti informasi terkait harga pangan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *