Harga Referensi Biji Kakao Melemah, CPO Naik, Bea Keluar Tetap | Villagerspost.com

Harga Referensi Biji Kakao Melemah, CPO Naik, Bea Keluar Tetap

Biji kakao pasca panen. Kementerian Perdagangan mengatakan, harga refrensi biji kakao melemah (agro.kemenperin.go.id)

Biji kakao pasca panen. Kementerian Perdagangan mengatakan, harga refrensi biji kakao melemah (agro.kemenperin.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Setelah memperhatikan berbagai rekomendasi, Kementerian Perdagangan RI menetapkan harga referensi produk Crude Palm Oil (CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) periode bulan November 2015 sebesar US$594,16/MT, pada Selasa (27/10). Harga referensi tersebut naik sebesar US$64,65 atau 12,2% dari periode bulan Oktober 2015 yang besarnya US$529,51/MT.

Penetapan ini tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 92/M-DAG/PER/10/2015 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan Bea Keluar.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Karyanto Suprih menjelaskan, harga Referensi CPO yang saat ini masih rendah adalah akibat masih lemahnya harga internasional untuk komoditas tersebut. “Hal tersebut disebabkan oleh semakin rendahnya harga minyak bumi dunia dan oversupply minyak nabati di pasar internasional, terutama minyak nabati dari sumber lain sebagai kompetitor CPO,” kata Karyanto, Jumat (30/10) seperti dikutip kemendag.go.id.

Bea Keluar CPO untuk bulan November 2015 tidak berubah atau sama dengan BK CPO untuk periode bulan Oktober 2015,  yaitu sebesar US$0/MT. Hal tersebut tercantum pada Kolom 1, lampiran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 136 Tahun 2015.

“Harga Referensi CPO saat ini masih di bawah tingkat ambang batas pengenaan BK di level US$750 sehingga masih tetap dikenakan BK sebesar US$0/MT untuk periode bulan November 2015 untuk CPO dan produk turunannya,” terang Karyanto.

Sementara itu, harga referensi biji kakao untuk penetapan HPE biji kakao turun sebesar US$15,65 atau 0,5%, yaitu dari US$3.175,92/MT menjadi US$3.160,27/MT. Hal ini berdampak pada penetapan HPE biji kakao yang juga mengalami penurunan sebesar US$16 atau 0,56% dari US$2.872/MT pada periode bulan Oktober menjadi US$2.856/MT.

Penurunan harga referensi dan HPE biji kakao juga disebabkan oleh melemahnya harga internasional komoditas terebut. Namun, BK biji kakao tidak berubah dari periode bulan sebelumnya, yaitu sebesar 10%. Hal tersebut tercantum pada Kolom 3 lampiran II PMK 75 Tahun 2012. Untuk HPE dan BK komoditas produk kayu dan kulit tidak ada perubahan dari periode bulan sebelumnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *