Hari Lada, Pemerintah Genjot Pengembangan Sektor Lada

Petani Lada di Kalimantan Timur. Pemerintah berupaya menggenjot sektor lada untuk kembali menjadi sektor unggulan (dok. dishutbun.kaltimprov.go.id)
Petani Lada di Kalimantan Timur. Pemerintah berupaya menggenjot sektor lada untuk kembali menjadi sektor unggulan (dok. dishutbun.kaltimprov.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Hari ini, Senin (26/10) dunia memperingati hari lada (pepper day) yang digagas oleh International Pepper Community (IPC). Dalam kesempatan itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memancangkan tekad untuk terus mendorong pengembangan sektor lada dari hulu ke hilir.

Terutama pada saat terjadi penurunan produksi dan ekspor seperti saat ini, yang mencapai US$330 juta. “Lewat peringatan Pepper Day ini, pemerintah bertekad membangkitkan kembali lada sebagai komoditas ekspor yang bernilai tinggi,” kata Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Bachrul Chairi dalam siaran persnya, Senin (26/10).

Menurut data International Pepper Community (IPC), ekspor lada Indonesia mengalami penurunan sejak 2013 yang signifikan, sebesar 23% dalam kuantitas dan 18% berdasarkan nilai. Hingga 2014, Ekspor lada Indonesia terus turun menjadi 35.000 ton atau senilai US$330 juta.

Penurunan ekspor tersebut sejalan dengan penurunan produksi, diakibatkan oleh merosotnya angka produksi di sentra lada Indonesia seperti Lampung dan Bangka Belitung. “Pemerintah memanfaatkan Peringatan Hari Lada Dunia juga untuk mendorong peningkatan daya saing lada Indonesia di pasar dunia, melalui diskusi dan demonstrasi mengenai hasil-hasil riset penanganan hama, bibit, dan cara peningkatan produksi hingga pemasaran,” kata Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Manajemen Junaedi.

Kegiatan ini, kata dia, juga diharapkan mampu meningkatkan antusiasme semua pihak untuk memahami pentingnya pengembangan lada yang bernilai tambah dan inovasi produk lada. Junaedi menyatakan seluruh pemangku kepentingan, termasuk peran sektor industri, diharapkan mendukung pengembangan diversifikasi produk berbasis lada dan melakukan inovasi teknologi.

“Seluruh sektor baik pemerintah, swasta, organisasi internasional, akademisi, petani, dan pemangku kepentingan lainnya dapat menyadari bahwa kerja sama antar sektor sangat dibutuhkan dalam mendukung penguatan industri lada dan menjamin keberlanjutan pasar lada,” ujarnya.

“Oleh karena itu, inovasi dan pengembangan pemanfaatan lada merupakan kunci utama dalam memajukan sektor lada sehingga keuntungannya dapat dinikmati dari mulai petani hingga pelaku usaha,” tegas Junaedi.

Junaedi menuturkan peluang pengembangan lada Indonesia sangat besar. “Karena itu, semua pihak, terutama produsen, pengusaha, dan pemerintah bekerja sama  melakukan  pengembangan lada ini, sehingga Indonesia mampu mengatasi tantangan utama yang dihadapi komoditas lada nasional saat ini. Pada akhirnya, pengembangan lada ini dapat  meningkatkan angka kontribusi lada bagi ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Perayaan Pepper Day hasil kerja sama Kementerian Perdagangan dan IPC dikemas dalam rangkaian kegiatan seperti seminar, lomba masak, dan mini exhibition yang dipusatkan di Hotel Papandayan, Bandung, Jawa Barat. Sedikitnya 100 peserta dari berbagai kalangan seperti perwakilan negara produsen lada, asosiasi-asosiasi, petani lada, pelaku industri, akademisi di bidang pariwisata, ekonomi, bisnis, pertanian, serta pemerintah pusat dan daerah, hadir untuk memeriahkan peringatan Pepper Day 2015.

Sementara itu, Direktur Kerja Sama APEC dan Organisasi Internasional Lainnya Deny W. Kurnia yang turut hadir dalam perayaan hari lada itu mengungkapkan dalam satu dekade ini tren permintaan lada dunia terus mengalami  kenaikan. Namun, pada saat yang sama tren produksi lada Indonesia mengalami penurunan.

“Lada bagi Indonesia merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun sejak tahun 2013 ekspor lada mengalami penurunan yang cukup signfikan, padahal dalam satu dekade terakhir tren permintaan lada dunia terus mengalami kenaikan. Karena itu, penting bagi semua pihak di dalam negeri meningkatkan  kembali produksi lada nasional guna memenuhi permintaan dunia,” tutur Deny. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *