Hari Maritim: Saatnya Sejahterakan Nelayan, Pembudidaya, Petambak

Nelayan tradisional bersiap melaut (dok. kementerian kelautan dan perikanan)

Jakarta, Villagerspost.com – Ketua DPP Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Marthin Hadiwinata mengatakan, peringatan Hari Maritim pada tanggal 21 Agustus kali ini harusnya jadi momentum kembali untuk mengingatkan janji menempatkan nelayan, pembudidaya dan petambak sebagai pilar utama poros maritim.

“Berbagai persoalan yang membelit nelayan di tingkat kampung dari masalah kemiskinan dan akses permodalan, permasalahan koperasi yang tidak terfasilitasi hingga persoalan terkait dengan konflik alat tangkap dan termasuk perampasan sumber daya perairan pesisir dan laut dan tanah di pulau-pulau kecil,” kata Marthin kepada Villagerspost.com, Senin (21/8).

Dia mengungkapkan, untuk menegaskan janji menyejahterakan nelayan, pembudiaya dan petambak, Pemerintahan Jokowi-JK harus segera mengimplementasikan keseluruhan substansi UU No. 7 Tahun 2016 dengan panduan FAO tentang Pedoman Perikanan Skala Kecil Tahun 2014. Implementasi undang-undang ini dapat menjawab persoalan-persoalan yang menghadang agenda menurunkan keadilan dan kemakmuran bagi nelayan yang jumlahnya terus menurus menurun.

“Diperkirakan menurut Data BPS terakhir jumlah rumah tangga nelayan perikanan tangkap terus menerus mengalami penurunan dengan data terakhir hanya mencapai 863.417 rumah tangga nelayan,” papar Marthin.

Marthin mengingatkan kembali, momentum hari Maritim 2017 harusnya menjadi titik balik untuk menegaskan agenda penyejahteraan nelayan dalam visi poros maritim. Sisa waktu 2 tahun pemerintahan Jokowi-JK harus menjadi cambuk bagi pemerintah dalam memastikan negara hadir untuk mensejahterakan nelayan.

“Salah satu hal yang harus dipastikan adalah memastikan peraturan turunan dari UU No. 7 Tahun 2016 segera diterbitkan dengan partisipasi seluruh nelayan Indonesia,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *