Hari Pangan Sedunia: Momentum Membangun Sistem Pangan Yang Kokoh, Berdaulat, dan Adil | Villagerspost.com

Hari Pangan Sedunia: Momentum Membangun Sistem Pangan Yang Kokoh, Berdaulat, dan Adil

Konferensi pers KRKP dalam rangka menyambut Hari Pangan Sedunia (dok. krkp)

Bogor, Villagerspost.com – Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengajarkan betapa rapuhnya sistem pangan yang dibangun negara selama ini. Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal kata Ayip–panggilan akrab Said Abdullah–memberikan dampak serius pada kehdupan petani dan konsumen, khususnya di perkotaan.

“Dalam konteks pertanian dan pangan, pandemi memberikan pukulan yang cukup telak. Data terakhir, fakta lapangan menunjukkan, rantai pasok pangan kita terganggu luar biasa yang itu memberikan pukulan balik pada produsen pangan, dalam hal ini petani,” kata Ayip, dalam konferensi pers menyambut Hari Pangan Sedunia yang dilaksanakan secara daring, Kamis (15/10).

Pandemi telah menyebabkan pendapatan petani semakin menurun. Hasil penelitian KRKP pada Mei 2020 di 32 kabupaten di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi menunjukkan terjadinya penurunan harga jual gabah di tingkat petani. penurunan harga yang paling rendah terjadi di Pati, Sukoharjo, Demak, Pekalongan dan nganjuk dengan rata-rata Rp 3560 per kg. Harga ini jauh dibawah HPP yaitu Rp4200.

Pada subsektor hortikultura, harga juga mengalami tekanan turun hingga lebih dari setengah harga normal. “Situasi ini masih terus berlangsung sampai saat ini di beberapa sentra produksi,” jelas Ayip.

Sementara pendapatan importir terus meningkat seiring dengan besarnya laju impor pangan. Data BPS menunjukan bahwa nilai impor pada Juni 2020 masih besar, yaitu US$ 10,76 miliar. Impor ini didominasi oleh barang konsumsi yang naik 37,15% terutama pangan.

Karenanya, kata Ayip, peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini, di tengah pandemi yang masih berlangsung, sangat penting dijadikan momentum memikirkan kembali dan membangun sistem pangan yang lebih kokoh, berdaulat dan adil. Pada tingkat global, tema peringatan tahun ini “Grow, nourish, sustain. Together. Our actions are our future“, menjadi sangat relevan dengan kondisi kekinian ketika sistem pangan pada tingkat global dan nasional goyah.

“Diperlukan upaya kolektif, berkelanjutan dan mendasar untuk keluar dari ancaman krisis pangan. Perubahan yang penting dilakukan adalah pada sistem pangan,” jelas Ayip.

“Pandemi ini memberikan pelajaran penting karena menampilkan wajah sistem pangan kita yang sesungguhnya. Sistem pangan nasional sangat rentan, tidak resilien ketika ada guncangan dan belum berkeadilan. Oleh karenanya momentum hari pangan harus dijadikan tonggak perbaikan sistem pangan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut Said mengungkapkan bahwa kerentanan ini muncul karena besarnya ketergantungan kita pada sistem pangan global yang dikendalikan oleh korporasi dan pemburu rente. “Padahal kita memiliki sumber daya pangan yang melimpah dan petani yang kuat. Saatnya kita kembali memperkuat sistem pangan yang berbasis sumber daya lokal,” tegasnya.

Perbaikan sistem pangan juga diperlukan mengingat saat ini aspek kedaulatan dan keadilan belum terlihat di dalamnya. Petani belum cukup berdaulat, masih menjadi obyek dan menerima manfaat yang kecil dari sistem pangan yang ada saat ini. Pada saat pandemik ini petani, terutama perempuan tani dan petani muda berdiri pada garis depan, terus bekerja menyediakan pangan untuk seluruh rakyat.

Pentingnya sistem pangan yang adil dan berdaulat bagi petani juga diingatkan Hermanu Triwidodo, Ketua Tani Center LPPM IPB. “Kebijakan dan sistem pangan harusnya didorong dari kepentingan petani sebagai subyek pembangunan pertanian dan penyedia pangan bangsa, bukan dari kepentingan pihak luar,” ungkapnya.

Hermanu menambahkan, ke depan, perubahan sistem dan kebijakan pangan harus menempatkan petani pada posisi yang baik. “Pemerintah harus lebih sensitif merasakan apa yang dirasakan dan dibutuhkan petani bukan dengan pikiran pemerintah itu sendiri yang justru jauh dari realitas petani,” tegas Hermanu.

Pentingnya peran petani dalam masa pandemik ini juga terungkap dari Apni Naibaho, Duta Petani Muda dari Pematang Siantar. Menurutnya, keberadaan petani sangat penting pada situasi sulit seperti saat ini. “Saya dan petani di Blok Songo, Pematang Siantar terus menanam pada situasi pandemik ini. Penyediaan pangan harus terus dilakukan walaupun petani sendiri menghadapi berbagai persoalan. Saat sekarang ini saya sebagai petani muda bangga bisa berkontribusi menjaga ketahanan pangan negara,” ujarnya.

Apni mengajak semua pihak terutama generasi muda untuk ambil bagian menjadi penjaga negeri ini dengan menjadi petani. Selain itu para orang tua juga diharapkan mampu memberikan dukungan pada anak muda yang mau terjun ke dunia pertanian. “Untuk menguatkan peran kami, petani muda, tentu saja dukungan pemerintah diperlukan. Selain kebijakan dan sistem pangan yang menguatkan posisi petani, pada tataran teknis perlu penguatan kapasitas petani dan fasilitasi dengan peralatan yang modern,” pungkasnya.

Dalam rangka perbaikan sistem pangan yang lebih berdaulat, adil dan resilien, KRKP Bersama Tani Center IPB telah mencanangkan Indonesian Food System Summit (IFSS) yang akan digelar tengah tahun 2021. Menurut Said, Pertemuan tersebut digagas untuk menghasilkan gagasan dan model sistem pangan yang berdaulat, adil dan resilien. harapannya gagasan dan model yang dihasilkan dapat menjadi kerangka kebijakan pangan nasional.

Menuju IFSS akan dilakukan serangkaian kegiatan seperti diskusi series dengan multistakeholder yang terlibat dalam sistem pangan. “Dengan pelibatan parapihak maka diharapkan gagasan dan model food sistem yang dihasilkan adalah yang dibutuhkan dan diterima oleh semua kalangan” ujar Said.

Kick off menuju IFSS, akan dilakukan pada acara peringatan hari pangan sedunia pada tanggal 17 Oktober nanti. Peringatan hari pangan akan dikemas dalam bentuk konser virtual dengan menggandeng Rara Sekar, musisi sekaligus pegiat pertanian urban dan Akar Bambu, kelompok musik pro lingkungan.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *