Hari Terumbu Karang: Wujudkan Samudera Bebas Sampah Plastik

Kawasan terumbu karang Raja Ampat, Papua Barat (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Memperingati Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Juni dan Hari Segitiga Karang Dunia atau Hari Terumbu Karang yang jatuh pada hari ini, Sabtu (9/6), enam negara anggota Segitiga Karang, Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Solomon menegaskan tekad mewujudkan samudera bebas sampah plastik. Segitiga karang atau coral triangle adalah sebutan untuk wilayah geografis perairan lebih dari 6.500.000 kmĀ², dengan lebih dari 600 spesies terumbu karang dan meliputi 76% semua spesies terumbu karang yang ada di dunia dan merupakan ekosistem laut paling subur.

Kawasan segitiga karang meliputi Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste, merupakan sumber kehidupan bagi 120 juta lebih orang di daerah pesisir, serta ribuan unit usaha baik kecil maupun besar di sektor perikanan dan pariwisata. Sebagai pusat keanekaragaman karang dunia, Indonesia memiliki luas sekitar 2,5 juta hektare dan menjadi rumah bagi 67 persen karang dunia yang telah memberikan berbagai manfaat termasuk pariwisata dan ketahanan pangan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengatakan, menjaga kesehatan terumbu karang dan lingkungan perairan sangat penting agar peran dan fungsinya berjalan dengan baik. “Menjaga lingkungan perairan termasuk terumbu karang, padang lamun, hutan mangrove dan ikan adalah tugas semua pihak,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Brahmantya menegaskan, adanya sampah plastik dapat mengganggu makhluk hidup di air dan dapat berakibat pada industri pariwisata di laut. “Pesan kami, ‘Samudera Bebas Plastik’ merupakan komitmen Indonesia membutuhkan kerjasama semua pihak,” tegasnya.

Hari Segitiga Karang Dunia (Coral Triangle Day) yang jatuh pada tanggal 9 Juni setiap tahunnya, ditetapkan secara aklamasi pada CTI-CFF Ministerial Meeting ke-4 (MM 4) tahun 2012 di Putrajaya, Malaysia. Tanggal tersebut dipilih karena tanggal 8 Juni telah terlebih dahulu diperingati sebagai Hari Kelautan Dunia.

Brahmantya memaparkan, wilayah segitiga karang ini terkenal dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna endemik, hutan hujan tropis, terumbu karang, hutan mangrove yang luas, dan juga beberapa spesies padang lamun. Lebih dari 3.000 spesies ikan termasuk ikan paus, lumba-lumba, pari, hiu, duyung dan hiu paus, ikan terbesar di dunia menjadikan wilayah segitiga karang sebagai tempat hidup, termasuk 6 dari 7 spesies penyu bertelur, mencari makan dan bermigrasi berada di kawasan ini.

Pada kesempatan terpisah, bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day) yang jatuh pada tanggal 8 Juni, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melakukan peluncuran laman resmi (website) Our Ocean Conference (OOC) yang dapat diakses di www.ourocean2018.org, Jumat (8/6). Laman ini akan memuat berbagai informasi mengenai penyelenggaraan OOC 2018 di Nusa Dua, Bali, Indonesia, pada tanggal 29-30 Oktober mendatang.

Penyelenggaraan OOC 2018 ini merupakan yang kelima kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2014 lalu di Washington DC. Dalam konferensi ini, para pemangku kepentingan dan pemerhati kelautan dunia akan bertemu untuk membahas dan mendiskusikan masalah-masalah kelautan, dan berupaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut melalui deklarasi komitmen-komitmen dari berbagai negara, organisasi internasional, NGO, sektor swasta, hingga public figure

OOC 2018 akan hadir dengan tema “Our Ocean, Our Legacy” yang menekankan pentingnya kesehatan dan keberlanjutan laut bagi masa kini dan mendatang. Adapun hal-hal yang akan dibahas diantaranya adalah upaya mewujudkan kesehatan laut, menjaga keamanan dan hak-hak laut, serta keberlanjutan sumber daya laut.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengundang seluruh pemimpin dunia serta pecinta dan pemerhati laut untuk ikut ambil bagian dalam penyelenggaraan OOC 2018 ini. “Saya ingin mengundang seluruh pemimpin, seluruh pencinta laut, seluruh teman-teman yang menyayangi laut untuk datang ke Bali menghadiri Our Ocean Conference pada tanggal 29-30 Oktober mendatang,” imbau Susi.

Dalam penyelenggaraan OOC ini, akan dilaksanakan diskusi tentang upaya-upaya menjaga laut, melestarikan sumber daya yang ada di dalamnya, dan menjadikannya lahan bisnis yang berkelanjutan. “Kita juga akan menagih komitmen dari semua negara yang sudah menyatakan janji dan juga menjaring komitmen baru dari negara-negara yang ingin bergabung. Demi memastikan laut kita sehat dan akan terus berlanjut bagi anak cucu kita, bagi generasi selanjutnya,” pungkasnya.

Imbauan serupa datang dari Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Retno mengatakan, OOC 2018 ini akan melibatkan berbagai stakeholder kelautan dan perikanan, termasuk para menteri, organisasi internasional, akademisi, hingga tokoh publik. “Kita akan mengumpulkan komitmen dari berbagai sektor untuk menemukan solusi terbaik untuk mewujudkan laut yang lebih sehat. Tidak peduli siapa pun anda, di mana pun anda hidup, laut adalah bagian penting dari kehidupan. Oleh karena itu, bersama-sama kita harus menjaganya,” ujar Retno.

Salah satu upaya menjaga kesehatan laut adalah dengan memastikan laut bebas dari sampah plastik. Sebagaimana diketahui, sampah plastik dapat berdampak buruk bagi ekosistem laut, termasuk terumbu karang.

Oleh karena itu, sehubungan dengan peringatan Hari Lingkungan Sedunia (World Environment Day) dan Hari Terumbu Karang Sedunia (Coral Triangle Day) yang diperingati setiap tanggal 5 dan 9 Juni setiap tahunnya dan tentu saja dalam rangka merayakan Hari Laut Sedunia (World Ocean Day), KKP dan berbagai pihak pendukung mengimbau seluruh masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik. Hal itu ditandai dengan dimulainya penandatanganan komitmen dalam mendukung pengurangan sampah plastik di Sanur, Bali tanggal 7 Oktober 2018.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *