Hasil Hutan Bukan Kayu, Wujudkan Hutan Untuk Kesejahteraan Rakyat

Poster program perhutanan sosial yang menegaskan pendayagunaan hutan untuk kepentingan rakyat (dok. kementerian koordinator perekonomian)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, produk Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang dihasilkan masyarakat dari beberapa Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Kalimantan Selatan semakin menumbuhkan optimisme atas terwujudnya hutan untuk kesejahteraan rakyat. “Ini membuktikan bahwa meletakkan pengelolaan hutan pada tingkat tapak di KPH itu ternyata baik dan optimal,” ujar Siti, pada kunjungan kerjanya ke Pusat Pemasaran Hasil Hutan, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, (29/7).

“Saya kira ini sesuai harapan Bapak Presiden, yaitu mewujudkan hutan untuk rakyat dan hutan untuk kesejahteraan, itu kelihatan dari display produk hasil hutan disini,” tambahnya.

HHBK yang dipamerkan di Pusat Pemasaran Hasil Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan terdiri dari produk-produk seperti madu alam, kopi lokal, gula merah, beras merah, minyak kemiri, olahan jamur, dan minyak sereh. Kemudian minyak buah ulin, kayu manis, jamu-jamuan, tikar lampit, kursi rotan, kain batik, serta juga produk-produk wisata alam dari beberapa KPH di Provinsi Kalimantan Selatan.

Siti menegaskan, produksi HHBK yang variatif dan inovatif ini pun sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan ekonomi di tingkat lokal. “Jadi ekonomi domestik, tetapi potensi ekspornya tinggi. Lebih penting dari itu menurut saya produktivitas manusianya meningkat,” ujarnya.

Selanjutnya HHBK produksi masyarakat diareal KPH di Provinsi Kalimantan Selatan juga menandakan masyarakat yang hidup disekitar hutan terbukti bisa didorong menjadi lebih produktif dan inovatif. Selain itu ditambah lagi dengan pemberian akses legal kepada masyarakat untuk mendapatkan lahan ataupun mengelola hutan, berarti masyarakat sudah mendapatkan modal utama yang dibutuhkan, tinggal mengembangkan kapasitas sumberdaya manusianya.

“HHBK itu modal utamanya akses legal oleh masyarakat ke dalam kawasan hutan dan itu semua sudah diberi jalannya oleh Bapak Presiden. Kalau lihat begini berarti ada managemennya ada pemasarannya, lalu larinya kepada kapasitas manajemen sumber daya manusianya. Saya kira ini dalam skala kecil tetapi utuh sudah bisa kelihatan di Provinsi Kalimantan Selatan,” jelas Siti.

Pusat Pemasaran Hasil Hutan yang dibangun oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan sangat diapresiasi oleh Siti Nurbaya. Pembangunan pusat pemasaran hasil hutan seperti ini harus menjadi contoh bagi daerah lainnya karena ini akan menjadi media promosi serta media pemasaran hasil hutan.

“Saya akan jaga supaya ini bisa konsisten dilakukan dan bisa diperluas. Nanti kita bawa dulu ke Jakarta, saya lihat ini banyak sekali variasinya, tetapi polanya sudah kelihatan, nanti juga mesti dilihat hubungannya dengan industri retail,” pungkas Siti.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *