Hilirisasi Sektor Karet dan Sawit Dongkrak Kesejahteraan Petani

Petani karet menyadap getah karet. (dok. bumn.go.id)
Petani karet menyadap getah karet. (dok. bumn.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Komisi VI DPR RI Idris Laena mendorong kebijakan hilirisasi dan industrialisasi agar dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet dan sawit khususnya di Provinsi Jambi. Hal itu diungkapkan Idris saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Jambi Zumi Zola di Kantor Gubernur Provinsi Jambi, Senin, (1/8).

Idris mengaku banyak mendapatkan masukan soal rendahnya kesejahteraan petani karet dan sawit di Indonesia dan khususnya di Jambi. Hal itu, kata dia terjadi karena selama ini produk sawit dan karet petani dijual atau diekspor dalam bentuk mentah.

(Baca juga: Langkah Pemerintah Dongkrak Harga Karet)

Karena itu, untuk mengatasi masalah ini, hilirisasi menjadi penting agar kedua komoditas itu memiliki nilai tambah dan terdongkrak harganya. “Ini kan persoalan klasik ya, artinya memang harus ada industrialiasasi dan hilirisasi, kita tak bisa paksakan karet kita di ekspor,” kata politisi Golkar itu.

Selain itu, kata Idris, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, perlu juag dibuat kluster-kluster industri yang dibangun pemerintah untuk bisa menaruh produksi petani. “Bukan hanya karet, termasuk sawit. Sawit itu yang kita serap ke dalam negeri hanya beberapa persen. Selebihnya kita ekspor,” ujarnya.

Hal ini sering menjadi masalah ketika harga pasaran dunia untuk produk sawit jatuh. Akibatnya ekspor sawit tak menguntungkan karena harga akan jauh lebih murah, “Soal minimnya kesejahteraan petani sawit dan karet, saya kira persoalannya sama. Kita harus segera dorong industrialisasi dan hilirisasi. Sehingga kita bisa menyerap 50% dari hasil produksi petani kita,” ujar Idris.

Dengan melakukan hilirisasi diharapkan kesejahteraan petani akan semakin membaik secara perlahan. “Semoga saja hal ini bisa menjadi masukan untuk diteruskan dalam rapat di Komisi VI dengan mitra kerja terkait dalam masa sidang yang akan datang,” pungkasnya.

Ikuti informasi terkait sawit >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *