Hindari Pajak 50 Perusahaan Raksasa AS Sembunyikan Dana US$1,3 Triliun

Petani miskin di Sudan. Banyak negara dirugikan oleh penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan multinasional dan individu kaya dunia (dok. oxfamblogs.org)
Petani miskin di Sudan. Banyak negara dirugikan oleh penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan multinasional dan individu kaya dunia (dok. oxfamblogs.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Sejumlah 50 perusahaan terbesar di Amerika Serikat terungkap telah menyembunyikan dana senilai triliunan dolar AS di perusahaan-perusahaan offshore untuk menghindari pajak. Hal itu terungkap dari laporan Oxfam yang dirilis beberapa waktu lalu bertajuk “Broken at The Top“.

Kasus penyembunyian dana ini dinilai keterlaluan lantaran angka senilai US$1,3 triliun yang disembunyikan itu setara dengan keseluruhan pendapatan domestik bruto negara seperti Spanyol, Meksiko dan Australia. Perusahaan tersebut diantaranya Pfizer, Goldman Sachs, Dow Chemical, Chevron, Walmart, IBM, dan Procter and Gamble, memiliki lebih dari 1.600 anak usaha di negara surga pajak.

Diperkirakan, penggelapan pajak yang dilakukan oleh perusahaan multinasional itu merugikan banyak negara di dunia senilaiĀ  US$240 miliar setiap tahunnya. Laporan itu mengungkapkan, perusahaan-perusahaan itu menghasilkan keuntungan sekitar US$4 triliun secara global antara tahun 2008-2014. Secara mengejutkan mereka menerima bantuan dari pemerintah senilai US$11 triliun dalam periode yang sama.

(Baca juga: Bank Dunia dan IMF Harus Akhiri Era Surga Pajak)

Oxfam menghitung, sepanjang periode itu, perusahaan tersebut secara kolektif menerima bantuan senilai US$27 dari pemerintah untuk setiap pajak sebesar US$1 yang mereka bayarkan. Hal ini menegaskan kembali betapa masifnya penggunaan negara surga pajak oleh individu dan perusahaan untuk menyembunyikan kekayaan dan menghindari pajak.

Penasehat Pajak Senior Oxfam Robbie Silverman mengatakan, sekali lagi pihaknya memiliki bukti adanya pelanggaran masif dalam sistem pajak global. “Kita tak bisa terus berada dalam situasi seperti ini dimana orang kaya dan berkuasa tidak membayar pajak mereka dengan adil, meninggalkan yang lainnya untuk membayar tagihan itu. Pemerintah di seluruh dunia harus bersatu padu sekarang juga untuk mengakhiri era surga pajak,” katanya dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (18/4).

Penghindaran pajak telah menjadi standar praktik bisnis di dunia. Oxfam memperkirakan 90 persen dari 200 perusahaan ternama menggunakan fasilitas surga pajak. “Trik serupa juga digunakan oleh perusahaan multinasional untuk menggelapkan pajak di AS dan juga mencurangi negara-negara di dunia terkait pajak mereka dengan konsekuensi mengerikan. Negara-negara miskin terpukul keras, kehilangan skitar US$100 miliar per tahun dari penggelapan pajak perusahaan. Duit sebesar itu cukup untuk menyediakan air bersih dan sanitasi bagi 2,2 miliar penduduk,” kata Silverman.

Ke-50 perusahaan top AS itu membelanjakan rata-rata sebesar US$2,6 miliar untuk melobi pemerintah AS agar mendapatkan kebijakan pajak dan kebijakan lain yang menguntungkan selama kurun 2008-2014. Di tempat lain, prakiraan konservatif dana yang digunakan oleh negara Uni Eropa mencapai US$1,7 miliar untuk melakukan lobi serupa.

Lobi perusahaan-perusahaan ini menghasilkan keuntungan yang besar. Oxfam memperkirakan, 50 perusahaan besar AS secara kolektif menerima sebesar US$130 pengurangan pajak dari setiap US$1 pajak yang dibayarkan untuk lobi dan lebih dari US$4000 subsidi dari pemerintah AS.

“Ketika perusahaan tidak membayar pajak dengan adil, negara terpaksa memotong anggaran untuk layanan penting atau menetapkan tarif pajak lebih tinggi bagi masyarakat. Inilah saatnya pemerintah berhenti menjadi calo bagi perusahaan besar dan mulai bekerja bagi kesejahteraan warganya,” kata Silverman.

Laporan Oxfam itu juga memuat beragam cara dan trik, serta alat dan berbagai celah hukum oleh perusahaan untuk menghindari pembayaran pajak. Salah satu yang paling umum adalah pemindahan keuntungan, dimana perusahaan mengumumkan keuntungannya du negara dengan aturan pengenaan pajak yang rendah atau nol pajak, ketimbang di negara dimana mereka sebenarnya berbisnis.

Di tahun 2012, sebagai contoh, perusahaan AS mengumumkan keuntungan sebesar US$80 miliar di negara kecil Bermuda– lebih dari keuntungan yang mereka laporkan di Jepang, China, Jerman dan Perancis dijadikan satu. Oxfam mengimbau negara-negara dunia untuk bekerkasama untuk menekan perusahan multinasional dan individu kaya utnuk membayar pajak secara adil.

Hal ini termasuk menekan perusahaan agar membayar pajak dimana mereka melakukan bisnisnya dan menghentikan kerahasiaan yang memungkinkan perusahaan dan individu untuk menyembunyikan uang mereka dari otoritas pajak. (*)

Ikuti informasi terkait pajak >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *