Indonesia Ekspor Perdana 60 Ribu Ekor Domba ke Malaysia

Domba Garut, jenis domba yang paling terkenal di Indonesia (dok. youtube)

Jakarta, Villagerspost.com – Indonesia mengekspor 60 ribu ekor domba untuk pertama kalinya ke Malaysia. Domba ekspor tersebut dikirim oleh PT Inkopmar Cahaya Buana, hari ini, Kamis (28/6) di Instalasi Karantina Hewan Tendes, Surabaya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pengiriman perdana tersebut mencapai 2.100 ekor dengan perkiraan nilai mencapai Rp3,78 miliar. “Ternak domba yang diekspor kali ini adalah domba jantan yang diperuntukkan sebagai ternak potong,” kata Amran, saat melepas ekspor perdana ternak domba potong tersebut.

Amran berharap, ekspor domba ini akan berlangsung secara berkelanjutan. “Sesuai perjanjian kerjasama antara PT Inkopmar Cahaya Buana dengan pihak importir di negara Malaysia, yang diproyeksikan kebutuhan di Malaysia sebanyak 5.000 ekor per bulan dapat dipasok dari Indonesia, sehingga diharapkan kebutuhan 60 ribu ekor domba per tahun untuk negara Malaysia dapat terpenuhi,” tegasnya.

Mentan menyampaikan, saat ini Pemerintah terus berupaya meningkatkan ekspor berbagai komoditas strategis pertanian, termasuk komoditas peternakan. “Kenapa Malaysia disuplai dari negara yang jauh? Malaysia dan Indonesia satu rumpun, berbatasan, bila perlu lempar saja sudah ekspor, itu namanya beternak dengan cerdas,” ujar Amran.

Amran optimis ekspor kambing/domba Indonesia dapat terus meningkat kedepannya. Berdasarkan Statistik Peternakan, populasi kambing/domba secara nasional pada tahun 2017 sebanyak 35,052 juta ekor dan sebanyak 4,72 juta ekor berada di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan produksi daging kambing/domba tahun 2017 mencapai 124.842 ton/ tahun, sehingga secara neraca mengalami surplus dibandingkan dengan kebutuhan nasional dengan konsumsi masyarakat terhadap daging kambing/domba sekitar 13.572 ton/tahun.

Menurut Amran, capaian ekspor peternakan khususnya ternak kambing/domba potong di Indonesia cukup fantastis, dimana pada tahun 2017 tercatat hanya 210 ekor, sedangkan pada ekspor perdana tahun 2018 ini sudah mencapai 2.100 ekor atau mengalami peningkatan sebanyak 1000%. “Ekspor ini membuktikan bahwa kita bisa swasembada protein. ekspor membuka akses pasar global. Terbukanya pasar juga akan membuat peternak lebih bersemangat untuk beternak dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas ternak potong siap ekspor dan bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut Amran sempat bertanya kepada salah satu peternak domba berapa mereka biasa menjual dombanya di pasar lokal. Si peternak mengaku biasa menjual 1,5 juta rupiah per ekor ke pasar lokal, namun ke pengekspor dijual jual 2 juta rupiah. “Wah ini sudah bagus, Ini artinya peternak lebih untung, peternak domba lebih sejahtera,” ujar Amran.

Pada kesempatan tersebut hadir juga kurang lebih 100 orang peternak domba lokal yang merupakan perwakilan dari peternak yang bermitra dengan PT. Inkopmar Cahaya Buana. Peternak tersebut berasal dari wilayah Tapal Kuda seperti Lumajang, Jember, Bondowoso, Banyuwangi, Probolinggo, dan Situbondo.

Dalam kesempatan tersebut pihak pengekspor juga menyampaikan bahwa hambatan terbesar dalam pengiriman adalah kendaraan ternak untuk mengangkutnya. Pada awalnya, pengiriman akan dilakukan dengan bantuan pihak Malaysia, menggunakan Malaysian Airlines, tetapi Mentan langsung berinisiatif menghubungi Menteri Perhubungan agar membantu memberikan bantuan kapal angkut. “Tidak ada kendala lagi. saya langsung menghubungi Menhub, mereka siap bantu,” tegas Amran.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *