Industri Pengolahan Ikan Diprediksi Tumbuh Lebih Baik

Nelayan tradisional menangkap tuna di laut di sekitar Manado (dok.wwf.panda.org)
Nelayan tradisional menangkap tuna di laut di sekitar Manado (dok.wwf.panda.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan meyakini industri pengolahan ikan bakal tumbuh lebih baik dari dua tahun sebelumnya. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan Dan Perikanan (PDSPKP) KKP Nilanto Perbowo mengatakan, KKP menargetkan pertumbuhan industri perikanan mencapai sebesar 7 persen tahun ini.

Nilanto menilai, dalam dua tahun belakangan ini, industri pengolahan ikan meningkat cukup baik untuk semua skala usaha. Pada 2015 untuk industri skala pabrik, volume pengolahan ikan tumbuh dari 1,76 juta ton menjadi 1,84 juta ton year on year (yoy). Sedangkan untuk UMKM volume pengolahan ikan naik dari 3,61 juta ton menjadi 3,74 juta ton ikan.

“Sentra pengolahan dan sistem rantai dingin di beberapa daerah, volume produk olahan pada tahun 2015 meningkat. Kami optimis pada minggu pertama tahun berikutnya (2016) grafiknya itu akan beda,” kata Nilanto seperti dikutip kkp.go.id, Senin (11/1).

Meski begitu, menurut Nilanto, pemerintah mengakui masih banyak kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan produk pengolahan perikanan. Salah satunya keterbatasan prasarana cold storage (mesin pendingin) untuk ikan segar. Pihak KKP melalui Ditjen PSDKP sendiri telah merencanakan pembangunan cold storage sebanyak 29 paket integrated cold storage dan 33 single cold storage.

Hanya saja jumlah cold storage ini masih dirasa kurang karena tidak setiap wilayah penghasil ikan segar dapat dibangun prasarananya karena keterbatasan pendanaan. “Tantangan paling berat pengadaan sarana awal, pengadaan es dengam volume yang sesuai. Kita terbatas pengadaan rantai sistem dingin. Pemerintah nggak mungkin bangun semuanya untuk menampung perikanan di seluruh pelosok,” terang Nilanto.

Dia menginginkan keberadaan cold storage ditingkatkan dan dimanfaatkan secara maksimal, guna menjaga kualitas ikan dari nelayan hingga ke tangan konsumen.

Ekspor Meningkat

Selain membidik pertumbuhan industri pengolahan ikan, pihak KKP juga membidik peningkatan ekspor perikanan sebesar 6,8 persen. Angka ini satu persen lebih tinggi dari capaian tahun lalu.

Nilanto Perbowo mengatakan, meskipun pada kuartal ketiga 2015 lalu ekspor mengalami penurunan, namun di 2016 ini KKP menargetkan ekspor bisa mencapai 6,8 persen. Salah satu komoditi yang memang banyak dikirimkan keluar negeri adalah tuna dan udang.

“Kalau tren sampai kuartal ketiga memang alami penurunan, namun kita ada peningkatan di tuna. Di samping komoditi lain selain tuna dan udang. Lalu upaya apa di 2016, target ekspor pada 2015 sebesar 5,8 persen kalau di 2016 sebesar 6,8 persen,” terang Nilanto.

Dia menjelaskan, pihak KKP melalui Ditjen PSDKP telah melakukan berbagai upaya seperti meminta diberikan kemudahan dalam sistem ekspor. Selain itu juga diminta daftar negatif investasi agar investasi asing dibukakan pintu selebar-lebarnya.

“Kita minta daftar negatif investasi agar investasi asing dibuka pintu selebar-lebarnya untuk penanaman modal di bidang distribusi, penyimpanan, cold storage maupun industri pengolahan dalam negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, KKP juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan untuk menurunkan tax allowance dari Rp500 milar menjadi Rp30 miliar agar bisa menyerap sistem rantai dingin.

“Kedua, dalam berbagai kesempatan telah kita tindak lanjuti dengan Kemendag dan lain-lain, janjinya turunkan tax allowance dari Rp500 miliar ke Rp30 miliar agar ikan kita bisa diserap dan disimpan dengan sistem rantai dingin,” ujarnya.

Selanjutnya, KKP juga membuka akses pasar promosi berbagai negara agar bisa memberikan asistensi produk perikanan di kancah internasional, terutama ikan kaleng.

“Akses pasar promosi akan kita bukan dan kita jalin, untuk bisa berikan asistensi agar produk perikanan kita lebih diterima terutama ikan kaleng,” kata Nilanto.

Pabrik Tepung Ikan

Selain berupaya mencapai target-target itu, pihak KKP juga berupaya mengembangkan produk olahan ikan salah satunya dengan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung seperti pabrik untuk produksi tepung ikan. Pihak PSDKP sendiri sudah menyediakan dana sebesar Rp53,9 miliar untuk pembangunan pabrik tepung ikan. Pembangunan tepung ikan ini sekaligus sebagai upaya KKP untuk mengurangi angka impor tepung ikan.

Pasalnya selama ini impor produk tersebut cukup tinggi. Nilanto Perbowo mengatakan, untuk pembangunan pabriknya, akan dilakukan di tiga wilayah di Indonesia, yakni Waringin, Halmehara Selatan dan Kendari.

“Pembangunan akan dilakukan di Kota Waringin Barat, Halmahera Selatan dan Kota Kendari. Pabrik akan ditempatkan di sentra-sentra perikanan seperti wilayah-wilayah yang saya sebutkan tadi,” lanjut Nilanto.

Tepung ikan hasil produksi nantinya akan dimanfaatkan untuk pakan ikan khususnya udang budidaya. Pasalnya udang membutuhkan pakan berprotein tinggi agar budidaya menjadi berkualitas.

Diawali dengan pakan yang berkualitas, kata Nilanto, dipastikan produk udang dalam negeri nantinya akan menjadi primadona. Tepung ikan, lanjut Nilanto, juga akan digunakan untuk keperluan lainnya.

“Pabrik tepung ikan yang kita bangun nantinya akan dekat dengan bahan baku seperti di sentra-sentra nelayan. Ini berbeda dengan yang dilakukan oleh Ditjen lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Produk Nonkonsumsi Kementerian Kelautan dan Perikanan Maman Hermawan mengatakan, saat ini pemerintah belum menargetkan produksi tepung ikan. Dia menilai, saat ini merupakan langkah awal produksi yang bertujuan menekan angka impor terlebih dahulu.

“Sekarang ini sedang mencoba menekan angka impor terlebih dahulu. Meski langkah awal, produksi tepung ikan dirasa cukup untuk pakan ikan,” paparnya.

Tahap selanjutnya, pemerintah akan meningkatkan kualitas tepung ikan dengan sertifikasi. Hal ini dirasa perlu karena beberapa negara Uni Eropa minta produk tepung ikan Indonesia besertifikat.

“Oleh karena itu, kami sekarang meningkatkan mutu, menuju tepung ikan yang bersertifikat. Itu yang paling prinsip sebetulnya,” pungkas Maman.(*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *