Ini Dia Enam Strategi Pengembangan Gula Kelapa Banyumas

Gula kelapa produksi industri rakyat di Banyumas (dok. banyumaskab.go.id)
Gula kelapa produksi industri rakyat di Banyumas (dok. banyumaskab.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Kementerian Perdagangan bersama pemerintah Kabupaten Banyumas menetapkan enam strategi pengembangan gula kelapa. Keenam strategi itu dirumuskan saat pihak Kemendag melakukan kunjungan ke Banyumas pada 24-26 Agustus kemarin.

Dari pertemuan itu, kedua belah pihak saling menegaskan komitmen untuk mencari cara meningkatkan kualitas dan nilai tambah gula kelapa. “Enam strategi ini merupakan hasil pertemuan dengan Pemda Banyumas, para petani, dan kelompok tani. Inilah sinergi yang dibangun pusat dan daerah. Selanjutnya, Banyumas akan menjadi pilot project komoditas kelapa,” kata Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kemendag Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Rabu (31/8).

(Baca juga: Gula Kelapa Indonesia Jadi Primadona di Brasil)

Menurut Made, enam strategi pengembangan gula kelapa akan menjadi perhatian bersama. Pertama, perlunya memperpendek rantai pemasaran gula kelapa agar terdapat margin yang lebih tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Kedua, peningkatan kualitas dan kuantitas melalui sistem budidaya yang baik, antara lain dengan menggunakan pupuk organik.

Ketiga, peremajaan tanaman kelapa dengan bibit kelapa genjah untuk mengurangi risiko kecelakaan saat mengambil nira. Kelapa genjah adalah tanaman kelapa yang batangnya pendek, usia panen cepat, dan produktivitasnya tinggi. Keempat, pengoptimalisasian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), untuk mengurangi ketergantungan petani gula kelapa terhadap tengkulak, sesuai fungsinya dalam Permendes Nomor 4 Tahun 2016.

Kelima, perlunya komitmen petani untuk menjaga kualitas gula kelapa, termasuk melalui pengolahan dapur komunal.   Terakhir, rencana penetapan Kecamatan Cilongok sebagai pilot project pengembangan gula kelapa melalui program rebranding/packaging produk gula kelapa.

Baik Sementara itu, Bupati Banyumas Ahmad Hussein memberi perhatian dan berkomitmen mengembangkan gula kelapa ini, terutama untuk tujuan ekspor. “Kami berkomitmen melakukan pengadaan bibit kelapa genjah untuk menjaga kesinambungan penderes nira. Pemkab Banyumas juga akan mengawasi produksi gula kelapa untuk menjaga kualitasnya.

“Selain itu, akan dibangun tiga dapur komunal di sentra industri dan memberikan bantuan mesin pengolahan gula semut (gula kelapa kristal) untuk membuat produksi lebih efisien,” kata Ahmad.

Ahmad juga mencanangkan perluasan program kelapa organik. Saat ini dari 1,6 juta pohon kelapa penghasil gula kelapa, baru 80 ribu saja yang bersertifikat organik. Bupati Banyumas menargetkan 500 ribu pohon kelapa memiliki sertifikat organik melalui kerja sama dengan Kemendag.

Menurut Ahmad, para petani gula kelapa menyambut baik dan mendukung rencana penerbitan Peraturan Bupati tentang Perlindungan Kualitas Gula Kelapa di Banyumas. Hal ini diperlukan untuk mempertahankan nama baik produk gula kelapa di Banyumas, khususnya di Kecamatan Cilongok.

Dalam kunjungannya tersebut, pihak Kemendag tak hanya melakukan pertemuan dengan pihak pemkab Banyumas. Kemendag juga bertemu dengan petani gula kelapa, serta kelompok tani di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Kunjungan ke Banyumas ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan, termasuk diantaranya audiensi 20 Kepala Desa se-Kecamatan Cilongok di kantor Kemendag Jakarta, 26 Juli 2016.

Selain fokus pada pengembangan gula kelapa, dalam kunjungan ini juga dibahas tentang pengembangan beberapa produk unggulan lain di Kabupaten Banyumas. Beberapa produk tersebut diantaranya adalah industri tahu dan keripik pisang.

Kemendag akan berupaya memfasilitasi industri tersebut untuk berkembang sehingga dapat mengolah tahu dan keripik pisang menjadi kuliner yang variatif dan berkualitas, termasuk bergabung dalam program Pangan Nusa.

Ikuti informasi terkait komoditas kelapa >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *