Ini Dia Jenis Tanaman yang Cocok Dibudidaya di Lahan Gambut dengan Sistem Agriforestry | Villagerspost.com

Ini Dia Jenis Tanaman yang Cocok Dibudidaya di Lahan Gambut dengan Sistem Agriforestry

Agroforestry di kawasan Barito, Kalimantan Tengah (dok. kementerian lhk)

Jakarta, Villagerspost.com – Belum lama ini, tim peneliti Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Banjarbaru bekerjasama dengan Badan Restorasi Gambut (BRG) telah melakukan survei kajian budidaya komoditi unggulan di lahan gambut. Survei tersebut salah satunya adalah untuk menemukan jenis-jenis tanaman yang cocok dibudidayakan menggunakan pola agroforestry di lahan gambut.

Pola agroforestry merupakan pola budidaya lahan yang bisa diterapkan dalam pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan. Masyarakat wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel) telah menggunakan pola agroforestry dalam mengelola lahan gambut, baik gambut tipis, gambut menengah dan gambut dalam.

Hasil survei itu mengungkapkan ada beberapa komposisi jenis tanaman terdiri dari tanaman berkayu, tanaman semusim, ternak dan ikan yang bisa dikembangkan.”Dari hasil survei, jenis-jenis tanaman yang telah dibudidayakan dengan pola agroforestry di lahan gambut dan memiliki produktifitas cukup baik antara lain: tanaman penghasil buah (rambutan dan jeruk) tanaman penghasil kayu (sengon), tanaman penghasil getah (jelutung rawa dan karet), nenas dan sayur-sayuran (daun bawang, cabe dan jagung),” ungkap peneliti Madya BP2LHK Banjarbaru sekaligus ketua tim survei Tri Wira Yuwati, S.Hut, MSc, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (3/9) .

Tri Wira menjelaskan, nenas banyak dibudidayakan masyarakat di Kec. Mekarsari, Kab. Barito Kuala, Kalsel, dan di Kab. Kapuas dan Kab. Pulang Pisau, Kalteng. “Nenas banyak dibudidayakan masyarakat karena nilai ekonomis yang cukup tinggi,” jelas Tri Wira.

Pola tanam budidaya nenas adalah monokultur dan agroforestry. Pola agroforestry yang ditemukan di lapangan adalah alley cropping (nenas ditanam bersama dengan tanaman karet menggunakan sistem lorong), trees along border (tanaman nenas dikelilingi tanaman berkayu dan palawija seperti karet, ubi kayu dan pisang) dan mix (tanaman nenas bercampur dengan tanaman berkayu seperti karet, tanaman buah dan tanaman palawija.

Sementara itu, teknik budidaya yang dilakukan oleh masyarakat di sana cukup bervariasi, dari yang bersifat tradisional hingga menggunakan teknologi yang lebih modern. Terkait itu, Tri Wira mengatakan ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tanaman di lahan gambut, antara lain: pembuatan saluran drainase, ameliorasi lahan dan pemberian jenis pupuk yang tepat.

“Umumnya masyarakat menggunakan sistem surjan dan sistem gundukan dengan pengaturan saluran drainase. Walaupun belum banyak, namun sudah ada masyarakat yang menggunakan metode pengelolaan lahan tanpa bakar,” pungkas Tri.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *