Jalan Penghubung Asahan-Tanjungbalai Rusak Parah

Kondisi jalan di Desa Pematang Sei Baru yang kenghubungkan Kabupate Asahan dan Kota Tanjungbalai yang rusak parah (villagerspost.com/zeki fahmi)

Tanjungbalai-Asahan, Villagerspost.com – Jalan penghubung dari wilayah Pematang Sei Baru, Kabupaten Asahan ke arah Teluk Nibung Kota Tanjungbalai rusak parah. Hal ini disebabkan tidak adanya perhatian khusus pemerintah Kabupaten Asahan terkait rusaknya jalan tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat di desa Pematang Sei Baru Ibrahim Panjaitan menjelaskan, jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya penghubung masyarakat ke kota Tanjungbalai. “Kondisinya, saat ini semakin parah. Hal ini disebabkan truk-truk pengangkut kelapa terus beroperasi dengan beban berat, ditambah lagi kondisi alam yang selalu hujan lebat,” kata Ibrahim, kepada Villagerspost.com, Kamis (20/12).

Rusaknya jalan ini, menurut Ibrahim, mengakibatkan anak-anak yang hendak sekolah terkadang harus membolos karena tidak ada kendaraan yang bisa melalui jalan tersebut karena rusaknya sangat parah. “Banyak juga yang memaksakan lewat, anak sekolah tersebut terjatuh ketika hendak berangkat ke sekolah yang menyebabkan bajunya kotor penuh lumpur, sehingga mereka kembali pulang ke rumah karena baju yang mereka kenakan kotor,” jelas Ibrahim.

Ibrahim Panjaitan juga mengatakan, sejak dari dulu warga mengalami kondisi pahit ini. “Padahal Indonesia sudah lama merdeka, tetapi bagi kami, kami belum merdeka pak,” tegasnya.

Upaya perbaikan yang dilakukan sulit dilakukan karena kondisi jalan tanah yang rentan menjadi kubangan saat hujan (villagerspost.com/zeki fahmi)

Proyek jalan yang menelan anggaran kurang lebih Rp9 miliar ini, belum melihatkan hasil yang optimal sebab tidak adanya pengawasan khusus dari pemerintah Kabupaten Asahan. Pengerjaan proyek tampak dikerjakan asal-asalan, sehingga hanya dalam hitungan beberapa tahun saja sudah rusak parah.

“Kami berharap pemerintah Kabupaten Asahan, harus sigap terhadap jalan Pematang Sei Baru ini. Pembangunan turap yang membentengi sungai pun, pembangunannya tidak maksimal sebab turap yang dikerjakan putus-putus tidak tersambung dengan baik, terhadap turap-turap yang dibuat,” tambah Ibrahim.

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Kelapa/Kopra se Kabupaten Asahan Abdul Gafur Ritonga ketika berkunjung ke desa tersebut, menyatakan keprihatinannya. “Bagi saya sungguh memprihatinkan nasib warga masyarakat Desa Pematang Sei Baru, anak-anak sekolah yang umumnya sekolah ke Kota Tanjungbalai tentunya sangat menderita, para pedagang yang mereka harapkan jalan sebagai sarana utama, petani, warga penduduk umumnya, sulit sekali keluar dari zona rusak parah itu,” tegasnya.

“Kami sangat berharap pemerintah Kabupaten Asahan harus mengambil langkah-langkah stategis bukan diam saja melihat parahnya kondisi jalan yang terjadi,” tambah Gafur yang juga calon anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Nomor Urut 8 ini.

Anak sekolah, pedagang, petani dan warga umum kesulitan untuk pergi ke kota karena kondisi jalan yang rusak parah (villagerspost.com/zeki fahmi)

Gafur melihat. terkait rusaknya jalan tersebut, tidak ada perhatian sama sekali dari pemkab. “Hal ini mungkin salah satunya dari perusahan-perusahaan yang mengharapkan hasil kelapa dan sawit di desa tersebut,” katanya.

Abdul Gafur Ritonga berjanji, jika terpilih nantinya dia akan mengutamakan perbaikan jalan Pematang Sei Baru. “Harus segera dianggarkan oleh pemerintah dan ikut mengawal pembangunan jalan tersebut, karena jalan adalah sektor publik yang harus diutamakan. Kita berharap pemerintah tanggap dalam menyelesaikan infrastruktur karena progam nawacita Bapak Presiden Jokowi adalah salah satunya mengutamakan pembangunan jalan dan jembatan di seluruh penjuru tanah air,” ujarnya.

“Jika ini ada indikasi diselewengkan oleh pimpro yang nakal bisa saja ini menjadi temuan dan menjerat mereka ke ranah hukum,” tegas Gafur.

Abdul Gafur Ritonga juga menjelaskan, pihak desa dan perangkat desa juga jangan hanya diam menyikapi persoalan jalan ini. “Yang sudah puluhan tahun dirasakan masyarakat, warga desa tak pernah merasakan senang dikarenakan jalan yang mereka gunakan sehari-hari hancur lebur seperti bubur,” ujarnya.

Gafur berharap peran serta perangkat desa harus lebih optimal dalam pengawasan pelaksanaan proyek tersebut. “Ini sangat penting guna kemajuan desa kita bersama,” pungkasnya.

Laporan/Foto: Zeki Fahmi, warga desa Pematang Sei Baru, jurnalis warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *