Jalan Poros Rawajitu, Jalan Nasional yang Bikin Susah Warga | Villagerspost.com

Jalan Poros Rawajitu, Jalan Nasional yang Bikin Susah Warga

Kendaraan banyak yang terjebak di kubangan lumpur di lintas jalan nasional Rawajitu (dok. villagespost.com/arie suharso)

Tulang Bawang, Villagerspost.com – Jalan nasional poros Rawajitu yang merupakan salah satu jalan utama penghubung antar-provinsi di Pulau Sumatera, seharusnya menjadi sarana untuk mempermudah akses transportasi. Tapi apa daya kenyataannya, jalan sepanjang 68 kilometer itu justru malah menjadi penghambat aktivitas warga. Pasalnya, saban musim penghujan, jalanan berubah kolam dan kubangan lumpur yang sangat sulit dilintasi.

Laporan dari warga menyebutkan, pada Minggu (26/11) kemarin, banyak pengendara yang terjebak macet hingga berjam-jam karena banyak kendaraan yang terjebak lumpur. Aktivitas warga pun menjadi terganggu, khususnya aktivitas perekonomian.

Antrean kendaraan menunggu jalur bersih dari kendaraan yang terperosok (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Ismet misalnya, harus berjuang hingga 5 jam lebih membebaskan kendaraannya dari kubangan lumpur. Waktunya banyak terbuang, padahal dia sangat ditunggu para petambak udang di Rawajitu, karena Ismet membawa benih udang untuk pada petambak Dipasena. “Sudah tiha hari kemacetan di tempat ini karena jalan jadi kubangan, tapi belum juga ada reaksi dari pemerintah terkait kondisi ini,” ucap Ismet.

Warga Rawajitu memang sudah kelewat sering mengeluhkan kondisi jalan yang buruk ini. Warga berprasangka, jalan nasional poros Rawajitu ini kondisi rusaknya seolah dipelihara dan dijadikan bumbu kampanye setiap kali ada pemilu maupun pemilihan kepala daerah. Jalan sepanjang 68 km ini pun menjadi menarik karena telah beberapa kali ganti status. Di tahun 2016 lalu jalan ini resmi berstatus jalan nasional.

Kondisi jalan yang licin juga menyulitkan pengendara (dok. villagerspost.com/arie suharso)

Wajar jika banyak yang berharap jika persoalan menahun ini bisa segera diselesaikan. Pasalnya, selama ini perbaikan dilakukan selalu dengan menggunakan dana swadaya masyarakat dan juga bantuan dari petambak Dipasena.

Pada kemacetan yang terjadi Minggu (26/11) kemarin misalnya, puluhan mobil mengantre untuk bisa lolos dengan bantuan alat berat milik petambak udang. Sementara itu banyak pula kendaraan roda dua yang melintas terjatuh karena kondisi jalan yang licin tertutup lumpur.

Laporan/Foto: Arie Suharso, Petambak udang Dipasena, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *