Jelang Hari Bumi, Jutaan Orang Tuntut Korporasi Kurangi Plastik Sekali Pakai

Kampanye bebas sampah plastik (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Pada peringatan Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April kali ini, jutaan orang menuntut agar perusahaan-perusahaan besar dunia mengurangi produksi plastik sekali pakai mereka. Di seluruh dunia, lebih dari 1 juta orang telah menandatangani petisi, dan membawanya ke toko-toko dan restoran, serta mengunggah foto kemasan plastik yang berlebihan ke media sosial untuk mendesak perusahaan seperti Coca-Cola, Pepsi, Nestlé, Unilever, Procter & Gamble, McDonald’s, dan Starbucks terkait jejak lingkungan plastik sekali pakai mereka yang masif.

Greenpeace, sebagai bagian dari gerakan #BreakFreeFromPlastic, mendorong individu-individu di seluruh dunia untuk berkontribusi dalam “Million Acts of Blue” – sebuah aksi besar yang mendorong bisnis lokal, perusahaan, restoran, dan pengecer untuk mengurangi ketergantungan mereka pada plastik sekali pakai. Menjelang Hari Bumi, para seniman juga telah menciptakan karya seni pantai yang besar di seluruh Eropa untuk menarik perhatian publik pada masalah pencemaran plastik laut.

“Kita telah mencapai titik kritis plastik sekali pakai, dan sudah waktunya bagi setiap perusahaan yang peduli pada planet yang sehat untuk melakukan lebih dari sekadar daur ulang. Plastik sekali pakai terus mengalir ke lautan, sungai, dan masyarakat kita dalam tingkat yang mengkhawatirkan,” ujar Jurukampanye Plastik Greenpeace USA Graham Forbes, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (20/4).

Hari Bumi kali ini adalah saatnya untuk menghadapi kenyataan bahwa kita tidak bisa ‘mendaur ulang’ jalan keluar dari kekacauan ini. Kita harus mengatasi kecanduan korporat pada plastik sekali pakai dan bergerak ke arah yang lebih baik,” tambahnya.

Greenpeace dan aktivis di seluruh dunia telah melakukan aksi sepanjang bulan April untuk menolak plastik sekali pakai yang dijual perusahaan kepada konsumen. Aksi yang dilakukan termasuk:

Di AS, aktivis Greenpeace menggelar dua spanduk di dekat jembatan Golden Gate di San Francisco yang bertuliskan “Break Free From Plastic” dan “Stop Corporate Plastic Pollution”, menampilkan logo dari tujuh perusahaan yang memiliki jejak kaki plastik yang sangat besar. Greenpeace USA juga membawa balon udara panasnya dengan pesan Break Free From Plastic ke festival lingkungan terbesar di dunia di Texas.

Di Rusia, para aktivis memasang tiga billboards di luar lokasi supermarket yang merupakan pengecer terbesar di negara itu, X5 Retail Group, menyerukan perusahaan untuk melakukan tindakan terhadap kantong plastik sekali pakai. Di Filipina, Greenpeace bermitra dengan seniman lokal secara kolektif untuk menggelar kegiatan ECOlta Fair dan Plastic-Free, yang melibatkan individu-individu yang berkeinginan untuk hidup bebas dari plastik atau mengurangi limbah mereka.

Di Afrika Selatan, Senegal, Kamerun, dan Kenya, Greenpeace Afrika bekerja dengan para sukarelawan untuk melakukan pembersihan pantai dan kota serta audit merek untuk mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang bertanggung jawab atas polusi plastik. Di Spanyol, sebagai bagian dari gerakan #DesnudalaFruta, kelompok lokal mengunjungi sejumlah peritel untuk menuntut solusi dan edukasi konsumen mengenai jumlah kemasan plastik yang digunakan produk-produknya.

Koordinator Global untuk Break Free From Plastic mengatakan, solusinya adalah menutup keran plastik dan benar-benar menghentikan penggunaan material sekali pakai tersebut. “Meningkatnya kemarahan publik terhadap plastik sekali pakai harus dilihat oleh pembuat kebijakan dan regulator sebagai tanda bahwa warga menginginkan perlindungan yang lebih baik dari para pemimpin mereka terhadap serangan gencar industri yang berusaha mengejar tambahan keuntungan yang lebih besar dengan mengorbankan planet yang kini semakin dipenuhi oleh sampah plastik,” ujar Von Hernandez, .

Hari Bumi telah dijadikan sebagai sebuah kesempatan bagi banyak perusahaan untuk melakukan pencitraan seolah telah melakukan aksi hijau (greenwash) seperti upaya daur ulang plastik. Pada Hari Bumi tahun ini, Greenpeace berusaha mengubah narasi tentang plastik sekali pakai, dari tanggung jawab individu kepada tanggung jawab perusahaan untuk mengurangi produksi kemasan plastik sekali pakai.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *