Jelang Natal dan Tahun Baru, Stok dan Harga Kebutuhan Pokok di Daerah Stabil

Pemantauan harga kebutuhan pokok di daerah (dok. kabupaten gianyar)
Pemantauan harga kebutuhan pokok di daerah (dok. kabupaten gianyar)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menjamin, harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang Natal dan tahun baru tetap stabil. Enggar mengatakan, dia telah menugaskan para Pejabat Eselon I Kemendag turun langsung ke beberapa daerah memantau perkembangan harga, kondisi distribusi, dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.

“Hasil pantauan menunjukkan perkembangan harga barang kebutuhan pokok menjelang Tahun Baru di daerah umumnya relatif stabil. Ketersediaan stok/pasokan di distributor cukup dan aman serta kondisi distribusi di pelabuhan berjalan lancar,” tegas Enggar di Jakarta, Jumat (23/12).

Sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, gula, bawang merah, cabai, daging sapi, daging ayam, dan minyak goreng menjadi perhatian Mendag. Pemantauan dilakukan di sejumlah pasar yang menjadi sentral perdagangan barang kebutuhan pokok seperti di Bandung (Pasar Kosambi), Cirebon (Pasar Drajat), Kuningan (Pasar Cilimus), Palembang (Pasar Cinde, Sekana, dan KM 5), dan Medan (Pasar Petisah dan Simpang Limun).

Pemantauan juga dilakukan di Kupang (Pasar Oeba, Oebobo, dan Kasih), Manado (Pasar Bersehati dan Pinasungkulan), Ambon (Pasar Mardika, Batu Merah, dan Gotong Royong), DKI Jakarta (Pasar Induk Beras Cipinang, Pasar Induk Kramat  Jati, Pasar Minggu, dan Pasar Tebet Timur/PSPT), Jayapura (Pasar Sentral Hamadi, Yotefa, dan Inpres), Manokwari (Pasar Wosi dan Sanggeng), dan Semarang (Pasar Johar dan Karang Ayu).

Harga beberapa komoditas per tanggal 22 Desember 2016 terpantau turun dibandingkan minggu lalu seperti cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah. Namun, di beberapa daerah juga terdapat kenaikan harga. Mendag Enggar berkomitmen, Kemendag akan menjaga komoditas yang harganya turun agar harganya tidak semakin rendah dan mencari titik keseimbangan antara harga di tingkat produsen/petani dan harga jualnya di tingkat konsumen.

“Begitupun dengan komoditas yang mengalami kenaikan harga, Kemendag akan terus menjaga kestabilan harga barang kebutuhan pokok baik di tingkat produsen maupun konsumen. Saat ini fluktuasi harga masih dalam batas jangkauan yang normal,” tegas Mendag.

Hasil pemantauan terhadap cabai merah keriting di Medan terpantau turun 28,5% menjadi Rp42.670/kg dan di Semarang turun 27,0% menjadi Rp36.800/kg. Kondisi yang sama juga terjadi di Manokwari yang turun 23,5% menjadi Rp32.500/kg, Palembang turun 16,7% menjadi Rp62.500/kg dan Ambon turun 12,2% menjadi Rp.24.000/kg.

Harga di DKI Jakarta juga terlihat turun 8,6% menjadi Rp52.730/kg dan Bandung turun 8,0% menjadi Rp58.000/kg. Cabai merah besar di Manokwari turun 23,5% menjadi Rp32.500/kg, Ambon turun 15,5%  menjadi Rp50.670/kg, DKI Jakarta turun 8,9% menjadi Rp50.190/kg, Palembang turun 7,7% menjadi Rp60.000/kg, Bandung turun 4,1% menjadi Rp55.600/kg, dan Semarang turun 3,7% menjadi Rp36.600/kg.

Untuk bawang merah, di Medan turun 11,6% menjadi Rp28.000/kg, Manado turun 10,6% menjadi Rp45.150/kg, Palembang turun 7,2% menjadi Rp38.670/kg, dan Bandung turun 4,4% menjadi Rp43.000/kg.

Sementara itu, harga cabai merah keriting, cabai merah besar, dan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati juga turun dibanding seminggu sebelumnya. Harga cabai merah keriting turun 26,2% menjadi Rp31.000/kg, cabai merah besar turun 11,8% menjadi Rp30.000/kg, dan bawang merah turun 22,7% menjadi Rp17.000/kg.

Beberapa barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan namun masih pada tingkat harga yang wajar adalah daging ayam ras dan telur ayam ras. Harga daging ayam di Palembang naik 7,1% menjadi Rp30.000/kg, Manado naik 3,7% menjadi Rp27.800/kg, dan Bandung naik 3,1% menjadi Rp33.000/kg.

Telur ayam ras di Semarang naik 10,0% menjadi Rp22.000/kg, Palembang naik 9,9% menjadi Rp20.330/kg, Bandung naik 9,6% menjadi Rp21.600/kg, dan Ambon naik 7,8% menjadi Rp29.100/kg.

Sementara itu, komoditas yang harganya naik cukup tinggi adalah cabai rawit merah akibat kurangnya pasokan ke pasar. Harga cabai rawit merah di Ambon naik 53,4% menjadi Rp37.330/kg, Manado naik 36,7% menjadi Rp38.950/kg, Semarang naik 23,0% menjadi Rp68.400/kg, DKI Jakarta naik 22,6% menjadi Rp76.360/kg, dan Jayapura naik 11,1%  menjadi Rp66.670/kg. Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati naik 52,1% menjadi Rp73.000/kg.

Aman Hingga 2-3 Bulan ke Depan

Berdasarkan hasil pantauan, Mendag menjamin bahwa pasokan barang kebutuhan pokok aman hingga 2-3 bulan ke depan.  Stok di tingkat distributor untuk komoditas yang tidak mudah rusak seperti beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu terpantau dalam kondisi cukup.

“Saat-saat menjelang Tahun Baru ini, para distributor telah mengantisipasi dengan menambah persediaan barang untuk memenuhi kenaikan permintaan,” jelas Mendag.

Sedangkan, stok beras di Divisi Regional di beberapa daerah tersebut juga dilaporkan cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan hingga Maret 2017. Stok tersebut terdiri dari stok beras PSO (untuk raskin dan Operasi Pasar) dan stok beras komersial.

“Jumlah pasokan barang kebutuhan pokok di pasar tradisional, khususnya untuk komoditas yang mudah rusak seperti  cabe, bawang, dan sayuran dilaporkan relatif cukup tersedia dan tidak ada permasalahan karena belum ada gangguan pasokan,” lanjut Mendag.

Dalam rangka menghadapi Tahun Baru 2017, Kemendag juga telah melakukan koordinasi dan pertemuan dengan beberapa asosiasi/pelaku usaha barang kebutuhan pokok, untuk mengetahui volume ketersediaan stok/pasokan, jangka waktu kecukupan stok untuk konsumsi.

Kemendag juga meminta para pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan stok/pasokan dan stabilitas harga, diantaranya dengan Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI), Asosiasi Pedagang Gula Indonesia (APGI), Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) dan Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI). Kemudian,  Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), dan Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (ASPARINDO).

Selain itu, Kemendag juga telah melakukan fasilitasi pelaksanaan penandatanganan MoU kemitraan pendistribusian daging antara Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) dengan Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) pada 21 Desember 2016 dalam rangka pendistribusian daging sapi dengan harga Rp80.000/kg sesuai dengan harapan Pemerintah.

Distribusi barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu ke wilayah Indonesia Timur seperti Ambon, Manado, Kupang, Jayapura, dan Manokwari akan terus dipasok dari Surabaya dan Makassar. Sementara cabai, bawang, dan sayuran dipasok dari Manado, Surabaya, dan Pulau Seram.

Dalam kesempatan pemantauan di tingkat distributor, Kemendag telah meminta para distributor untuk tetap menyediakan barang kebutuhan pokok sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Para distributor juga diperingatkan agar tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga secara berlebihan sehingga dapat memberatkan masyarakat.

“Secara umum, kondisi distribusi pasokan barang kebutuhan pokok tersebut berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Ditambah dengan adanya program tol laut membuat distribusi pasokan barang kebutuhan pokok menjadi lebih lancar,” pungkas Mendag. (*)

Ikuti informasi terkait harga kebutuhan pokok >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *