Jelang Puasa, Kemendag Kawal Harga dan Ketersediaan Bahan Pokok

Bahan kebutuhan pokok di pasar tradisional (dok. hargasumut.org)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, Kementerian Perdagangan siap mengawal harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang bulan puasa dan Lebaran 2019. “Beberapa minggu lagi kita akan menghadapi bulan puasa dan Lebaran yang biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat, terutama bapok, yang dapat berdampak pada kenaikan harga,” kata Enggar, usai memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran di Bandung, Jawa Barat, Rabu (20/3).

“Kita perlu mengantisipasi kondisi tersebut sejak jauh-jauh hari agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tanpa terbebani naiknya harga pangan atau kelangkaan barang,” lanjut Enggar.

Rakornas ini, lanjut Mendag, merupakan langkah pemerintah mengidentifikasi kesiapan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam menjaga stabilitas harga bapok menjelang bulan puasa dan Lebaran. Melalui rapat ini juga diidentifikasi kecukupan stok bapok di daerah-daerah.

Setelah Rakornas, selanjutnya akan dilaksanakan rapat koordinasi ke daerah-daerah dan pemantauan langsung ke pasar rakyat, ritel modern, gudang Bulog, dan distributor di 34 provinsi yang akan dilaksanakan pada minggu ke-2 bulan April hingga minggu pertama bulan Mei 2019. Kegiatan tersebut akan melibatkan seluruh jajaran mulai dari eselon 1 sampai dengan staf Kemendag, termasuk pengawalan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok ke pasar secara intensif melalui penetrasi pasar di 82 kabupaten/kota pantauan.

Enggar menekankan, agar pasokan dan harga bapok tetap terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya, diperlukan sinergi langkah dan upaya pemerintah pusat bersama pemerintah daerah, beserta pelaku usaha pangan. Inflasi kelompok bahan makanan tahunan (YoY) pada 2014-2018 cenderung turun, bahkan pada 2017-2018 tingkat inflasi kelompok bahan makanan di bawah inflasi nasional.

Selain itu, bukan hanya pada bulan puasa dan Lebaran, tapi juga pada masa perayaan Natal dan tahun baru di tahun-tahun tersebut, tingkat inflasi kelompok bahan makanan juga cenderung turun. “Terkendalinya tingkat inflasi didukung beberapa langkah Kemendag menjaga kestabilan harga dan pasokan, yaitu dengan penguatan regulasi, penatalaksanaan, pemantauan dan pengawasan, serta upaya khusus. Sebagai indikator stabilitas harga di masyarakat, telah ditetapkan target inflasi pada 2019 sebesar 3,5 persen dengan toleransi kurang lebih 1 persen,” lanjut Enggartiasto Lukita.

Pada Rakornas Bapok, tersebut, Mendag juga meluncurkan ‘Sistem Informasi Harga Barang Pokok’ sebagai bentuk implementasi ekonomi digital yang merupakan bagian tak terpisahkan dari revolusi industri 4.0’. “Peluncuran aplikasi informasi perdagangan dalam negeri ini bertujuan menyediakan data yang lebih valid, akurat, terpercaya, dan dapat terpublikasi luas kepada
masyarakat,” jelas Enggar.

Mendag menjelaskan, Sistem Informasi Harga Barang Kebutuhan Pokok terinspirasi dari aplikasi Gencil Kota Pontianak. “Sistem informasi ini terdiri dari fitur Info Pangan dan lima fitur lainnya. Fitur Info Pangan menampilkan informasi harga nasional, provinsi kabupaten/kota, pasar, hingga level pedagang,” lanjut Mendag.

Selain fitur Info Pangan, terdapat fitur lainnya yaitu fitur Kuliner, Tempat, Event, Berita, dan Lapor. Fasilitas ini menjadi sarana informasi bagi masyarakat. Khusus untuk fitur Lapor, masyarakat dapat sekaligus memberikan masukan terkait kinerja pelayanan publik pemerintah kota/kabupaten setempat.

“Pengisian dan pengelolaan konten pada aplikasi tersebut nantinya dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Pada kesempatan ini diserahkan pula username dan password untuk setiap daerah. Sementara untuk aktivasi fitur Informasi Harga, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri akan melakukan pelatihan pemantauan harga kepada pemerintah daerah,” lanjut Mendag.

Mendag mengharapkan, dengan menyerahkan pengelolaan data harga kepada pemerintah daerah dan diinput oleh seluruh pedagang di pasar pantauan, akan memberikan peran lebih besar bagi perangkat daerah berpartisipasi aktif dalam memantau dan mempublikasikan harga dari penjuru negeri.

Pada kesempatan yang sama, Mendag juga memberikan penghargaan bagi Kepala Dinas Provinsi Sumatera Utara, Maluku, dan Jambi yang telah berhasil menjaga stabilitas harga Bapok di wilayahnya pada tahun 2018.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *